NasionalPolitikBerebut Suara Gen Z dan Milenial, Ini Strategi Parpol!

Eriel Wira Natha / RM01/12/2023 10:00

FTNews, Jakarta – Suara anak muda pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 menjadi penentu terbesar. Sekitar 56,45 persen suara berasal dari kalangan gen Z dan milenial.

Hal tersebut membuat setiap parpol harus memikirkan strategi terbaiknya untuk menggaet anak muda memilihnya.

Pengamat Politik Ujang Komarudin, mengatakan potensi suara anak muda besar di Pemilu 2024 mendatang. Anak muda harus menjadi subjek, bukan hanya sebuah objek suara.

“Maka sejatinya mereka semua jangan menjadi objek. Tetapi harus menjadi subjek atau penentu,” terangnya kepada FTNews, di Jakarta, Jumat (1/12).

Ujang mengungkapkan, besarnya suara dari kalangan anak muda ini sangat parpol cari dan butuhkan. Anak muda harus bisa hadir dan memberikan warna pada dunia politik Indonesia. Sebagai penentu bangsa ke depannya.

“Kemana mana pun mereka diperebutkan suaranya. Oleh karena itu mestinya anak-anak muda harus tampil di politik memberi warna, kontribusi agar politik kita ke depan diisi oleh anak-anak muda,” ungkapnya.

Dosen Al- Azhar Indonesia tersebut, menjelaskan saat ini partai politik akan mencari cara agar mendapatkan simpatik dari anak muda.

“Efektif dan tidak efektif, para kandidat dan partai politik gaspol, untuk bisa mendapatkan dukungan dan simpati dari anak-anak muda,” tutur Ujang.

Selain itu, Ujang juga mengatakan dengan hadirnya anak muda pada dunia politik saat ini, akan menjadi peluang bagi generasi muda lainnya.

“Kesempatan peluang bagi anak-anak muda untuk berkecimpung di dalam dunia politik, untuk bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Yang terpenting lanjutnya power dari generasi muda untuk hadir pada perpolitikan Indonesia, yang akan menentukan langkah bangsa ini ke depanya.

Strategi Parpol dan TPN

Ketua Divisi Kampanye DPP Hanura, sekaligus Jubir TPN GP-MMD, Jimmy Charles Kawengian, menyebut anak muda, merupakan orang-orang merdeka. Karena mereka tidak mau terbatas untuk mengetahui segalanya.

BACA JUGA:   Presiden Minta Pejabat Negara Tidak Gelar Buka Puasa Bersama

“Mereka ini saya sebut orang-orang yang merdeka. Karena mereka adalah anak-anak bangsa yang mau tahu segalanya dan tidak mau di batasi,” ungkapnya.

Jimmy mengatakan, mereka sudah memiliki strategi untuk menggaet anak muda pada Pemilu 2024. Karena baginya pada pemilu tersebut potensi suara anak muda sangat besar.

Untuk di TPN ada kiat-kiat khusus untuk merekrut mereka. TPN punya Zinedine Alam Ganjar anak Ganjar Pranowo yang mandiri dan cerdas. Karena itulah Ganjar Pranowo sangat dekat dengan gen Z Karena anaknya beliau tergolong gen Z otomatis sangat paham mendidik gen Z.

Selain itu, mereka memiliki program yang menjadi perhatian khusus kepada anak muda, utamanya pada akademik dan non akademik. Khususnya di bidang pendidikan dan olahraga.

“Justru ini menjadi tanggung jawab kita bersama mendidik gen Z untuk berani bicara politik tapi tentu dengan cara yang tidak konyol untuk bisa mengajak mereka,” jelasnya.

Ilustrasi massa parpol. Foto: Istimewa

Industri Kreatif

Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Buni Yani, mengungkapkan juga melakukan gerakan untuk menghimpun anak-anak muda.

“Kami memasukkan unsur pemilih muda ini bagian dari strategi pemenangan. Di antara yang dilakukan Partai Ummat adalah pertama, dengan membuat sayap partai bernama Garda Ummat yang menghimpun orang-orang muda,” tuturnya.

Partai juga membuka ruang pengembangan industri kreatif di kalangan anak muda.

“Mempersiapkan Hackathon Contest untuk anak muda yang punya passion di dunia IT dan programming,” terangnya.

Buni juga menegaskan strategi yang mereka gunakan dengan menjual gagasan tanpa menggunakan sebuah gimmick.

“Partai Ummat tidak menjual kebodohan ke publik menggunakan gimmick seperti joget gemoy misalnya. Tidak. Kami menjual gagasan untuk perbaikan bangsa ke depan yang kelak akan diwarisi kaum muda ini,” ujarnya.