NasionalSosial BudayaPernyataan Akademi Jakarta demi Kebaikan Bersama

Roso Daras04/12/2023 07:15

FTNews, JAKARTA – Akademi Jakarta mengeluarkan pernyataan untuk dan atas nama “Demi Kebaikan Bersama”. Pernyataan itu berisi enam butir.

Dalam pengantar pernyataan disebutkan, berbagai gejala sosial politik menjelang Pemilihan Presiden 2024 mengisyaratkan sedang berlangsung kehancuran nalar publik yang melemahkan kebudayaan. Selain itu, juga mengancam keberlanjutan dan ketangguhan Indonesia sebagai bangsa dalam pembangunan demokrasi keberlanjutan.

Menyadari pentingnya nalar publik sebagai kesadaran kritis bersama untuk menilai berbagai peristiwa, gagasan dan kebijakan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan umum, Akademi Jakarta menyampaikan pernyataan:

Pertama, Pengabaian terhadap prinsip-prinsip demokrasi dengan memanipulasi konstitusi murupakan praktik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, Keberpihakan media dalam pemberitaan Pemilihan Presiden 2024 bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik.

Ketiga, Riset berbasis kepentingan politik melanggar etika ilmu pengetahuan.

Keempat, Keterbukaan finansial dalam prosedur demokrasi adalah indikator kejujuran yang menentukan.

Kelima, Keberpihakan lembaga pemerintah kepada kontestan mana pun, dengan alasan apa pun tidak dapat dibenarkan.

Keenam, Pencapaian sistem politik demokratis adalah hasil yang lebih penting daripada kemenangan salah satu kontestan.

Demikian pernyataan Akademi Jakarta. Anggota Akademi Jakarta terdiri atas: Afrizal Malna, Armantono, Bambang Harymurti, Karlina Supeli (Wakil Ketua), Kusmayanto Kadiman, Melani Budianta, I. Sandyawan Sumardi, Seno Gumira Ajidarma (Ketua), Syamsuddin Ch Haesy, Tisna Sanjaya, dan Zeffry Alkatiri. (*)