NasionalArus Lalin Nataru 2024: Jawa Timur Jalur Paling Sibuk

SARAH FIBA07/12/2023 08:00

FTNews, Jakarta- Arus lalu lintas pada momen Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), biasanya akan melonjak drastis. Hal ini karena jumlah kendaraan yang melintas akan mengalami kenaikan dari hari biasa.

Nataru 2024, juga menjadi salah satu momen yang diburu warga Jakarta maupun luar Jakarta untuk berkunjung ke sanak keluarga. Selain Hari Raya Lebaran, saat Nataru jumlah kendaraan bahkan tak kalah ramai.

Sejalan dengan momen Nataru, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Robert Rouw mendesak agar Pemerintah, khususnya beberapa kementerian yang bertugas menjadi operator transportasi, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Baca Juga: Lonjakan Harga Pangan Masih jadi PR Pemerintah Jelang Nataru

“Kami melihat bahwa pemerintah dalam hal ini dari Kementerian PUPR dan juga Dirjen Perhubungan sudah cukup baik dalam mempersiapkannya. Akan tetapi Komisi V selalu menekankan agar pelayanan kepada masyarakat tiap tahun itu (harus) dapat lebih baik ke depan,”kata Robert, Rabu (6/12).

Komisi V, lanjutnya,  juga meminta kepada BMKG untuk lebih banyak memberikan informasi-informasi lebih dini kepada operator-operator transportasi terkait kondisi cuaca.

Kondisi lalulintas di KM. 457 Tol Semarang-Solo dari arah Salatiga menuju Semarang padat imbas antrean keluar/masuk kendaraan di Rest Area KM.456B saat arus mudik tahun lalu. (Foto: Twitter/@NTMC)

“Kalau sampai Basarnas nantinya harus bekerja berarti ada musibah, telah terjadi kecelakaan dan lain sebagainya. Perbaikan-perbaikan yang lebih baik itu yang kami harapkan terjadi dari tahun ke tahun. Kalau dari laporan mereka pasti semua akan melaporkannya sudah lebih baik,”ujarnya.

Jawa Timur paling banyak

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Sudewo menyebut, dari survei Kementerian Perhubungan, diprediksi arus perjalanan  terbanyak dari berbagai daerah di Indonesia adalah ke Provinsi Jawa Timur.

“Di Jawa Timur ini pergerakan orang berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, dalam jumlah yang signifikan. Yakni sekitar 20 persen dari yang diperkirakan akan bergerak secara nasional di Jawa Timur, yaitu sebesar 27 juta jiwa atau sekitar 60 sampai 70 persen dari penduduk Jawa Timur,”kata Sudewo.

BACA JUGA:   Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto: Saya yang Pasang Badan

Oleh karenanya, ia menyebut perlu kerja keras semua instansi, baik Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Basarnas, BMKG, dan termasuk Korlantas Polri dalam mensukseskan Nataru 2024.

Menurutnya, juga perlu ada skenario pengalihan arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang melintas.

“Di titik-titik tertentu yang rawan bencana banjir atau bencana longsor. Ini kan perlu ada skenario pengalihan arus lalu lintas. Pengalihan arus lalu lintas itu akan memakai jalan provinsi ataukah jalan kabupaten, atau mungkin malah jalan desa?”

Ia pun menjelaskan kondisi infrastruktur yang ada saat ini juga sudah lebih baik dari sebelumnya. Meskipun demikian, ia mengingatkan perlu ada upaya antisipasi karena terjadi lonjakan dari volume kendaraan yang akan melintas, baik kendaraan umum maupun pribadi.

“Di gerbang Exit Toll jangan sampai antreannya panjang. Jadi sebaiknya diperbanyak petugas card reader yang bisa menghampiri para driver supaya lebih cepat. Selain itu perlu juga ada manajemen di tempat rest area sebab penumpukan juga akan terjadi di situ,”tandasnya.