MetropolitanNasionalKeluarga 4 Anak Tewas di Jagakarsa Tertutup, Diduga Istri Juga Alami KDRT

Adinda Ratna Safira07/12/2023 07:31

FTNews, Jakarta – Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya empat anak berinisial VA (6), SA (4), AA (3), dan AK (1) yang ditemukan berjejer dalam kamar di Gang Roman, RT 3 RW 3, No 1C Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/12).

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Ary Syam mengatakan, keluarga tinggal di rumah tersebut sejak Februari 2023.

“Panca (kepala keluarga) mulai ngontrak di tempat kejadian perkara sejak bulan Februari 2023. Panca asal Aceh dan orang tua tinggal di Aceh,” kata Ade Ary, kepada wartawan, Kamis (7/12).

Dihubungi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro menuturkan, Panca ayah empat anak ini yang sebelumnya dirawat di RS Aulia Jagakarsa, saat ini telah dipindahkan perawatannya ke RS Polri Kramat Jati.

“Ayah dari ke 4 korban inisial P yang diduga sebagai pelaku (pembunuhan anak) juga dipindahkan ke RS Polri Kramatjati untuk memudahkan dalam proses penanganan perkaranya,” ujar Bintoro.

Selain itu Bintoro juga mengatakan saat ini keempat jasad anak tersebut telah divisum dan autopsi untuk mengetahui penyebab tewasnya mereka. 

“(Korban) sudah dilakukan pemeriksaan visum dan autopsi,” ucap Bintoro.

Sementara itu Bintoro mengatakan saat ini kasus penanganan perkara dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

“Karena LPnya di Polsek Jagakarsa, atas petunjuk Bapak Kapolres, penanganan perkara diambil alih oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” jelas Bintoro.

Keluarga Tertutup

Ketua RT 004, Yacob mengatakan, ketika tinggal di rumah tersebut, terduga pelaku Panca tidak memberikan kartu tanda penduduk (KTP).

“Saya mintain KTP-nya sama Panca enggak dikasih-kasih, alasannya nikah dibawah tangan (siri) jadi belum bisa ada Kartu Keluarga (KK),” ucap Yacob.

BACA JUGA:   Jokowi: Bukti Niat Tulus Pemerintah Selesaikan Pelanggaran HAM

Kemudian Yacob menuturkan, keluarga tersebut merupakan orang yang tertutup. Suami sebelumnya bekerja sebagai sopir, dan isterinya juga bekerja.

“Tadinya (suaminya) sopir, sekarang nganggur, kalo istrinya kerja, keluar pasti. Kalau pagi keluar pulang sore. Jadi orangnya tertutup. Artinya selama dari Sabtu, Minggu itu udah gak keliatan. Biasanya anak-anaknya main keluar, ini enggak,” papar Yacob.

Selain itu Yacob mengatakan keluarga tersebut juga jarang bersosialisasi dengan para tetangga.

“Boleh dibilang kagak (bersosialisasi). Ke rumah saya ga pernah kayaknya. Waktu itu baru lapor sekali ke saya, tapi ga bawa identitas. Jadi nama juga belom jelas,“ ungkapnya.

Tidak Bayar Sewa Rumah

Kemudian Yacob mengatakan dugaan sementara terduga pelaku melancarkan aksinya lantaran ada permasalahan ekonomi.

“Ya mungkin ekonomi, yang jelas ekonomi,” jelas Yacob.

Adapun berdasarkan keterangan yang didapatkan yakni yang bersangkutan belum membayar sewa rumah.

“Karena kalo ga salah saya inget, sekitar 4 bulan belom dibayar ini kontrakan, baru 3 bulan dia bayar. Info dari punya rumah, dia sudah diusir. Tapi dia ga mau pergi. Dikasih ultimatum sama pemilik rumah untuk bayar lunasin tunggakan itu akhir bulan ini,” kata Yacob.

KDRT Tak Diketahui

Warga sekitar pun tidak mengetahui kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi antara suami-isteri ini.

“Warga ga ada yang tahu, mereka ribut di dalam rumah. Jadi sekitar sini ga ada yang tahu, yang tahu itu dia, korban. Korban lalu nelpon adeknya, adeknya ke rumah saya buat ngasih tahu, saya lapor polisi,” tukas Yacob.

Namun Yacob mengatakan bahwa sebelumnya juga sempat ada laporan terjadi KDRT dalam rumah tangga tersebut.

“KDRTnya sebelum ini juga pernah terjadi sekali,” tutup Yacob.