OlahragaNaturalisasi Boleh, Cetak Bibit Muda Indonesia Wajib!

Eriel Wira Natha / RM07/12/2023 05:16

FTNews, Jakarta – Belakangan ini Indonesia gencar melakukan naturalisasi pemain sepak bola. Hal tersebut untuk memperkuat permainan Timnas Indonesia.

Program naturalisasi ini bak jalan pintas untuk membawa sepak bola Indonesia semakin maju dan bermain dengan baik di kancah dunia.

Naturalisasi adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan melalui permohonan. Proses ini terlebih dahulu memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan dalam peraturan kewarganegaraan negara yang bersangkutan.

Di era pelatih Timnas asal Korea Selatan Shin Tae-Yong sejumlah pemain naturalisasi yang hadir yakni Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama. Lalu Ivar Jenner, Rafael Struick, Jay Idzes, dan Justin Hubner.

Sementara itu, Nathan Tjoe-A-On sedang menunggu surat keputusan Presiden.

Program Jangka Pendek

Meski bertujuan dorong prestasi, muncul pandangan terkait program ini. Salah satunya, program ini tidak baik untuk jangka panjang. Para pemain lokal bisa saja semakin tergerus jika, melakukan naturalisasi secara terus menerus.

Pengamat Olahraga, Djoko Pekik Irianto, mengatakan kehadiran naturalisasi memang Timnas Indonesia butuhkan saat ini. Kehadiran mereka akan berdampak baik untuk atlet lokal.

“Pemain naturalisasi itu sebetulnya diperlukan untuk short term program. Punya manfaat di antaranya transfer of skill atlet-atlet kita,” kata Djoko kepada FTNews, di Jakarta, Kamis (7/12).

Namun, Djoko menegaskan bahwa, program naturalisasi merupakan sebuah cara untuk jangka pendek saja. Tidak untuk secara terus menerus melakukan hal tersebut.

“Tapi untuk jangka pendek. Bukan untuk jangka panjang. Sehingga tetap saja program pembinaan jangka panjang, apalagi untuk pemain sepak bola itu harus betul-betul disiapkan dari atlet-atlet kita (lokal),” imbuhnya.

Selain itu, ia menjelaskan dampak naturalisasi kepada timnas saat ini juga tidak begitu besar. Sehingga harus memaksimalkan atlet-atlet yang Indonesia miliki.

BACA JUGA:   Liga Spanyol: Barcelona Susah Payah Kalahkan Bilbao

“Apalagi selama ini kita sudah sering mengambil atlet naturalisasi tetapi dampaknya terhadap timnas juga menurut saya nggak terlalu signifikan,” jelasnya.

Level Internasional

Indonesia juga baru-baru ini berhasil bermain di internasional pada ajang Piala Dunia U-17 2023. Di mana saat itu Indonesia menjadi tuan rumah.

Permainan Garuda Muda pada ajang tersebut cukup baik. Bisa bersaing dengan negara yang berpengalaman.

“Buktinya pada saat kemarin U-17 mengikuti World Cup itu lumayan bagus, itu sebagai modal bahwa kita sebenarnya mampu bersaing dengan atlet lain di kancah dunia,” terang Djoko.

Tim U-17 Indonesia berhasil menahan imbang Ekuador 1-1 yang merupakan tim besar pada Piala Dunia U-17 lalu. Dengan persiapan yang singkat, Garuda Muda bisa membuktikan bahwa mereka mampu bersaing.

Djoko menjelaskan, Indonesia harus memfokuskan dalam perkembangan bibit muda. Melalui pembinaan yang mereka lakukan sejak scouting.

“Sehingga yang harus dimasifkan adalah mulai dari recruitment talent scouting para calon atlet-atlet muda yang berbakat untuk terus dibina,” tutupnya.