Daerah

Atasi DBD dengan Strategi Nyamuk Wolbachia 

Forumterkiminews.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan menerapkan strategi nyamuk wolbachia untuk  menurunkan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Wolbachia merupakan inovasi teknologi untuk melengkapi strategi pengendalian DBD yang berkasnya sudah masuk ke strategi nasional (stranas).

Wolbachia ini dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti. Sehingga, Virus DBD tidak menular ke tubuh manusia. Cara kerjanya, Jika aedes aegypti jantan berwolbachia kawin dengan aedes aegypti betina maka virus dengue pada nyamuk betina akan terblokir.

Selain itu, bila yang berwolbachia itu nyamuk betina kawin dengan nyamuk jantan yang tidak berwolbachia maka seluruh telurnya akan mengandung wolbachia.

Inovasi ini akan menyasar lima kota sebagai pilot projek, yaitu Kota Semarang, Kota Bandung. Lalu, Kota Kupang, Kota Bontang, dan Jakarta Barat. Pemilihan kota tersebut berdasarkan Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaran pilot project implementasi wolbachia sebagai inovasi penanggulangan dengue.

Efektivitas nyamuk wolbachia dalam menangani DBD sudah diteliti sejak tahun 2011 oleh World Mosquito Program (WMP) di Yogyakarta dengan dukungan filantropi Yayasan Tahija. Penelitian dilakukan melalui fase persiapan dan pelepasan aedes aegypti berwolbachia dalam skala terbatas (2011-2015).

Ada Penurunan Kasus DBD di Yogyakarta

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan adanya penularan penyebaran demam berdarah setelah adanya penerapan wolbachia.

“Jumlah kasus di Kota Yogyakarta pada bulan Januari hingga Mei 2023 dibanding pola maksimum dan minimum di 7 tahun sebelumnya (2015 – 2022) berada di bawah garis minimum,” terang Emma mengutip siaran pers Kementerian Kesehatan, Rabu (15/11). 

Pada awalnya masyarakat, kata Sigit Hartobudiono, Lurah Patangpuluhan Yogyakarta, khawatir dengan pelepasan nyamuk wolbachia bisa mengurangi DBD. Akan tetapi setelah mendapatkan edukasi, masyarakat semakin paham bahwa teknologi ini dapat mengurangi kasus demam berdarah.

Inovasi ini juga telah digunakan beberapa negara, seperti Brasil, Australia, Vietnam, Fiji. Lalu, Vanuathu, Mexico, Kiribathi, New Caledonia, dan Sri Lanka.

Meski demikian, nyamuk wolbachia tidak serta merta dapat menghilangkan metode pencegahan dan pengendalian dengue yang telah ada di Indonesia. Masyarakat harus tetap melakukan gerakan 3M Plus seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button