Jawa Barat

Bangunan Kelas SMP Pasundan Bandung Roboh, Disdik Minta Kosongkan Seluruh Bangunan

04 November 2025 | 22:01 WIB
Bangunan Kelas SMP Pasundan Bandung Roboh, Disdik Minta Kosongkan Seluruh Bangunan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, melakukan pengecekan bangunan kelas SMP Pasundan Bandung yang roboh [Foto: Humas Kota Bandung]

Ruang kelas SMP Pasundan, Kota Bandung, ambruk. Tidak ada siswa di ruangan itu lantaran mereka sedang belajar di ruang laboratorium komputer. Namun tetap saja, sejumlah siswa yang berada di sekitar kelas itu terkena reruntuhan bangunan.

rb-1

Disdik Kota Bandung minta pihak sekolah maupun Yayasan, Kepala Sekolah dan mengosongkan seluruh bangunan tersebut dan tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) sampai keluar hasil analisa kelayakan bangunan.

Tercatat enam siswa jadi korban dan dirawat di Rumah Sakit Bandung Kiwari. Lima di antaranya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang. Sedang satu siswa mengalami patah tulang.

rb-3

Korban sudah ditangani di Rumah Sakit Bandung Kiwari, lima korban sudah pulang ke rumah masing-masing karena mengalami luka ringan, satu siswa masih menunggu hasila rongen.

Kelas dalam keadaan kosong. Namun sejumlah siswa yang berada di sekitar bangunan terkena reruntuhan. [Foto: Humas Kota Bandung] Kelas dalam keadaan kosong. Namun sejumlah siswa yang berada di sekitar bangunan terkena reruntuhan. [Foto: Humas Kota Bandung]

Kasus ambruknya bangunan kelas SMP Pasundan, Kota Bandung, terjadi Senin (3/11/2025), pukul 11.00 WIB. Mendengar kabar tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, langsung menuju ke lokasi kejadian didampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Pertama (PPSMP), Yanuar Teguh Epsa dan jajaran.

“Kami Dinas Pendidikan Kota Bandung turut prihatin atas kejadian ini, tentunya ini jadi fokus kami untuk dapat lebih mengoptimalkan upaya evaluasi kelayakan gedung bangunan baik di sekolah negeri maupun swasta agar tidak terjadi lagi hal-hal yang membahayakan seperti ini,” kata Asep, dilansir Humas Kota Bandung.

“Menurut laporan, memang ruang kelas belum digunakan untuk KBM (kegiatan belajar mengajar), sedang proses pergantian jam pelajaran, namun ada siswa di sekitar bangunan yang terkena reruntuhan,” jelasnya.

Disdik Kota Bandung Ingatkan Rutin Cek Kondisi Bangunan

Asep Saeful Gufron mengingatkan, kepada seluruh Kepala Sekolah untuk rutin mengecek kondisi bangunan di masing-masing satuan pendidikan. Terlebih saat ini, curah hujan di Kota Bandung cukup tinggi disertai angin kencang, sehingga harus lebih diperhatikan.

Kadisdik Asep Saeful Gufron [Foto: Humas Kota Bandung]Kadisdik Asep Saeful Gufron [Foto: Humas Kota Bandung]

“Saya mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah untuk mengecek lingkungan sekolah termasuk bangunan secara berkala. Jika sudah terlihat tanda yang membahayakan maka harus segera diantisipasi,” pintanya.

Menindaklanjuti hal ini, Disdik Kota Bandung juga telah menyarankan kepada pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan yayasan dalam memanfaatkan bangunan terdekat sebagai alternatif ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.

Penjelasan pihak SMP Pasundan 1 dan 2

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Pasundan 1 dan 2, Sukmana menjelaskan, pihak sekolah segera menyesuaikan kegiatan belajar agar tetap berjalan aman.

“Untuk kegiatan belajar mengajar, kemungkinan nanti bangunan yang sedang direhab itu tidak akan kita gunakan dulu. Jadi anak-anak kelas 7 kemungkinan besar akan kita rolling dan alihkan ke kegiatan BDS atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujarnya.

Sukmana menambahkan, bagian bangunan bawah sebenarnya tidak terdampak. Namun karena proses pembangunan berlangsung di bagian atas, pihaknya memutuskan untuk mengosongkan area tersebut sebagai langkah antisipasi.

“Mulai besok area itu akan kami kosongkan saja. Kelas yang menempati area itu akan kami alihkan ke PJJ,” katanya.

Ia juga menyebut, sekolah telah berkoordinasi dengan Disdik Kota Bandung dan mengikuti arahan agar proses belajar tetap berjalan aman sambil menunggu hasil evaluasi bangunan.

“Dari Disdik tadi juga sudah ada arahan. Pertama terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan kedua terkait kondisi bangunan. Bangunan ini juga sedang kami usulkan untuk mendapatkan bantuan rehab cepat di tahun 2026, karena bantuan yang kami terima saat ini baru untuk tahun 2025,” jelasnya.

Sukmana turut menyampaikan, kondisi siswa yang sempat menjadi korban kini berangsur membaik. “Alhamdulillah, pasien sudah dibawa pulang dan kondisinya cukup baik. Saat ini menjalani rawat jalan atas permintaan orang tua, karena tidak terlalu mengkhawatirkan,” ucapnya.

Tag SMP Pasundan Bandung

Terkait