Biografi dan Agama Theodore Kwan, Anak Jenius dari Singapura dengan IQ 154
Nama Theodore Kwan, seorang anak berusia 7 tahun dari Singapura menjadi perhatian netizen di dunia maya. Ia disebut-sebut memiliki IQ 154.
Theodore Kwan menjadi terkenal setelah Universitas Teknologi Nanyang (NTU) melalui akun media sosialnya @ntu_sg di Instagram mengunggah anak tersebut ikut mata kuliah kimia. Ia terlihat bersama mahasiswa-mahasiswa lain dalam sebuah ruangan bersama dosen Dr Sumod Pullarkat.
Profil Theodore Kwan
Baca Juga: 7 Tanda Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Tak Disadari, Nomor 4 Bikin Kaget!
Theodore Kwan Saat Kuliah Di Ntu. (Instagram @Ntu Sg)Theodore Kwan memiliki kewarganegaraan Singapura. Ia pun kini tinggal di Singapura bersama kedua orang tuanya.
Kini ia berusia 7 tahun per 2025. Ia memakai kacamata.
Ibu Theodore Kwan bernama Crystal Tang. Crystal merupakan seorang mahasiswa doktoral (PhD) di sekolah kedokteran NTU sekaligus pendidik homeschooling bagi Theodore dan adiknya yang berusia empat tahun.
NTU ini yang menjadi tempat Theodore Kwan ikut kulian kimia dasar yang videonya viral di media sosial. Nama ayah Theodore Kwan tidak disebutkan namanya dalam laporan NTU.
Kwan Theodore dikenal sebagaimana anak pada umumnya. Ia ceria dan sangat antusias terhadap sesuatu, namun disebutkan sangat menyukai sains.
Tidak diketahui apa agama yang dianut Kwan Theodore. Namun, ia diketahui berasal dari keluarga Tionghoa.
Theodore Kwan Punya IQ 154
Theodore Kwan Saat Kuliah Tamu Di Ntu. (Instagram @Ntu Sg)NTU menyebut Theodore Kwan memili IQ 154. Theodore Kwan digambarkan sebagai anak jenius yang sangat menyukai sains.
Theodore Kwan menjadi orang termuda di Singapura yang meraih nilai A untuk ujian Kimia pada International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) — setara dengan ujian O Level — yang ia ambil pada usia hanya enam tahun sepuluh bulan.
Theodore Kwan memegang lima rekor Singapura, termasuk sebagai orang pertama dan termuda yang meraih nilai sempurna dalam olimpiade sains.
NTU menyebutkan Theodore bukan mahasiswa terdaftar dan tidak mengikuti sesi praktikum kimia atau ujian. Ia hadir murni untuk mempelajari konsep-konsep tingkat lanjut yang menarik minatnya, seperti molecular orbital theory, yaitu metode yang menggunakan mekanika kuantum untuk menjelaskan perilaku elektron.
Theodore Kwan rutin datang ke NTU sekitar tiga kali seminggu dengan membawa tablet, catatan cetak, dan botol minum. Ia berkuliah didampingi oleh ayah atau ibunya.