Olahraga

Dari Tragedi 1993 ke Gagalnya Avram Grant: Mimpi Piala Dunia Zambia tak Pernah Selesai

30 Oktober 2025 | 15:03 WIB
Dari Tragedi 1993 ke Gagalnya Avram Grant: Mimpi Piala Dunia Zambia tak Pernah Selesai
Timnas Zambia yang kembali gagal melaju ke Piala Dunia [Sumber Foto: Daily Mail]

Tiga dekade setelah kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh skuad emasnya, Zambia kembali gagal menembus panggung dunia. Kali ini, di bawah pelatih berpengalaman Avram Grant, harapan menuju Piala Dunia 2026 kembali pupus — seolah mimpi besar itu tak pernah benar-benar selesai.

rb-1

Setiap kali Tim Nasional Zambia melangkah ke kualifikasi Piala Dunia, ada sesuatu yang ikut menyertai mereka — beban sejarah, luka yang belum sembuh, dan kenangan yang menolak dilupakan. Di tahun 1993, ketika sepak bola Zambia sedang berada di puncak kejayaan, sebuah tragedi menghapus segalanya dalam hitungan detik.

Pesawat yang membawa seluruh skuad Zambia menuju laga kualifikasi di Senegal jatuh di lepas pantai Gabon. Tiga puluh orang tewas seketika, termasuk pemain, pelatih, dan staf tim nasional.

rb-3

Bagi bangsa kecil di Afrika bagian selatan itu, tragedi tersebut bukan sekadar kehilangan tim sepak bola, melainkan kehilangan simbol harapan. Saat itu Zambia hanya tinggal selangkah lagi menuju Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Mereka adalah generasi emas yang membuat dunia percaya bahwa Zambia bisa menembus batas. Namun takdir berkata lain. Sejak saat itu, setiap upaya menembus Piala Dunia selalu terasa seperti perjalanan untuk menantang nasib.

Avram Grant (kiri) manatan pelatih Chelsea yang gagal hantar Zambia ke Piala Dunia 2026 [Foto: Instagram Avram Grant] Avram Grant (kiri) manatan pelatih Chelsea yang gagal hantar Zambia ke Piala Dunia 2026 [Foto: Instagram Avram Grant]

Avram Grant Pernah Bawa Chelsea ke Final Liga Champion

Tiga puluh tahun berlalu, datanglah sosok Avram Grant, pelatih berpengalaman asal Israel yang pernah membawa Chelsea ke final Liga Champions 2008. Penunjukan Grant oleh Asosiasi Sepak Bola Zambia (FAZ) pada Desember 2022 disambut optimisme.

Ia bukan nama sembarangan. Pernah menangani klub-klub besar seperti Portsmouth dan West Ham, serta Timnas Ghana yang sempat dibawanya ke final Piala Afrika 2015. Banyak yang percaya Grant adalah orang yang tepat untuk mengubah nasib Zambia dan membawa mereka ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Namun, kenyataan tak seindah harapan. Di tangan Grant, Zambia hanya mampu finis di posisi keempat Grup E zona Afrika, tertinggal jauh dari Maroko yang memuncaki klasemen. Harapan besar yang sempat membubung tinggi kembali runtuh.

Setelah evaluasi panjang, FAZ akhirnya memutuskan berpisah dengan Grant. Dalam pernyataan resminya, Sekretaris Jenderal FAZ, Machacha Shepande, menyampaikan terima kasih atas kontribusi sang pelatih dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. Kalimat itu sederhana, tapi bagi banyak penggemar sepak bola Zambia, itu terasa seperti akhir dari sebuah mimpi yang sudah terlalu sering kandas.

Zambia, Sang Juara Piala Afrika

Kegagalan kali ini terasa lebih menyakitkan karena Zambia bukanlah tim tanpa sejarah. Mereka pernah menjadi simbol kebangkitan. Tragedi 1993 memang menghancurkan, tetapi dua dekade kemudian, Zambia bangkit dengan cara yang luar biasa.

1 2 Tampilkan Semua
Tag Avram Grant Timnas Zambia Zambia Gagal Piala Dunia Tragedi Timnas Zambia

Terkait