Diterjang Banjir dan Longsor, Gubernur Mualem: Aceh Seakan Alami 'Tsunami Kedua'
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan bahwa pembukaan akses jalur darat yang tertutup akibat banjir menjadi prioritas utama dalam percepatan penanganan bencana di 18 kabupaten/kota.
Langkah ini dianggap krusial agar distribusi logistik segera menjangkau masyarakat, terutama desa-desa yang masih terisolasi.
Pada Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Sabtu, Mualem menyampaikan bahwa penanganan banjir dan longsor harus dilakukan "cepat, terukur, dan tanpa jeda".
Baca Juga: Pemerintah Belum Tetapkan Banjir Sumatera Jadi Darurat Nasional, Kenapa?
Percepat Pengantaran Logistik
Mualem menjelaskan bahwa seluruh personel harus memahami tugas masing-masing, mulai dari membuka akses jalan hingga mempercepat pengantaran logistik ke wilayah terdampak.
Baca Juga: Dampak Bencana Banjir di Sumatera Utara, BNPB: Korban Meninggal Bertambah Jadi 166 Jiwa
"Semakin cepat logistik sampai ke lokasi bencana, semakin cepat pula penanganan yang diberikan kepada warga," ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menekankan bahwa kondisi di sejumlah wilayah sangat kritis, dengan beberapa desa masih terjebak banjir dan belum dapat dijangkau tim.
"Aceh seakan mengalami 'tsunami kedua'. Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan," kata Mualem.
Keselamatan Personel Jadi Perhatian Utama
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dalam Apel Tim Recovery Bencana yang digelar di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Sabtu (29/11/2025). [Dok. Pemprov Aceh]Selain mempercepat penanganan, Mualem mengingatkan seluruh tim untuk tetap mengutamakan keselamatan personel mengingat banyaknya titik rawan longsor dan potensi banjir susulan.
"Kita punya tanggung jawab moral kepada rakyat, tetapi keselamatan personel juga prioritas," tegasnya.
Apel tersebut diikuti Dirut PT PLN Perser Darmawan Prasodjo, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, dan Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah.