Teknologi

Ini Profil Satelit Satria-1 yang Digunakan di Wilayah Bencana Sumut, Sumbar dan Aceh

30 November 2025 | 20:59 WIB
Ini Profil Satelit Satria-1 yang Digunakan di Wilayah Bencana Sumut, Sumbar dan Aceh
Satelit SATRIA-1 [Foto: uptternate.postel.go.id]

Mengatasi masalah telekomunikasi yang terputus sekaligus mempercepat pemulihat konektivitas di sebagian wilayah bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, Kementerian Komdigi menyiapkan 10 titik layanan internet berbasis Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1).

rb-1

Untuk diketahui, satelit SATRIA-1, yang merupakan satelit multifungsi pertama yang dimiliki oleh Indonesia. Diluncurkan September 2023 di fasilitas Cape Canaveral Space Launch Complex 40 (SLC 40) di Florida, Amerika Serikat.

Dilansir uptternate.postel.go.id, SATRIA-1 ditempatkan pada posisi 146 Bujur Timur (BT) dan akan menyediakan akses Internet bagi masyarakat Indonesia termasuk bagi masyarakat yang berada di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

rb-3

Roket Falcon 9 Milik Elon Musk Digunakan Luncurkan SATRIA -1

SATRIA-1 merupakan satelit yang diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 yang merupakan milik perusahaan SpaceX yang dipimpin oleh Elon Musk. Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan oleh BAKTI Kemkominfo pada tahun 2023, SATRIA-1 memiliki kapasitas sebesar 150 Gbps. Satelit ini akan memberikan layanan internet di sekitar 50.000 titik fasilitas publik.

Satelit SATRIA-1 diluncurkan September 2023 [Foto: Kemkomdigi]Satelit SATRIA-1 diluncurkan September 2023 [Foto: Kemkomdigi]Dibuat oleh Thales Alenia Space dari Prancis pada tahun 2020, satelit ini menggunakan teknologi very High Throughput Satelit (VHTS) dengan kapasitas 150 gigabita per detik (Gbps) menggunakan frekuensi Ka-Band. SATRIA-1 dikenal sebagai satelit terbesar di Asia dan peringkat kelima di dunia.

Satelit SATRIA-1 memiliki tinggi 6,5 meter dan berat sekitar 4,5 ton, serta dirancang untuk beroperasi selama 15 tahun sejak diluncurkan ke orbit.

Ini Kapasitas SATRIA-1

Mengutip keterangan Humas Kemkomdigi, SATRIA-1 memungkinkan layanan langsung akses internet Direct to Home (DTH), dalam hal ini langsung ke lokasi kantor pelayanan publik. Teknologi satelit cocok untuk lokasi remote seperti kantor pemerintahan dan sekolah yang ada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Cara kerja satelit SATRIA-1 [Foto: Kemkomdigi]Cara kerja satelit SATRIA-1 [Foto: Kemkomdigi]Penyediaan akses internet satelit langsung yang bisa diterima melalui V-SAT menjadi solusi karena instalasi perangkat internet berbasis satelit relatif lebih cepat dibandingkan dengan pembangunan BTS atau jaringan kabel serat optik.

Untuk menggunakan akses internet langsung dari satelit, diperlukan perangkat Very Small Aperture Terminal (VSAT). Sebut saja sebagai antena parabola kecil yang menggunakan satelit untuk jalur komunikasi atau terminal telekomunikasi satelit. Umumnya Antena VSAT berdiameter antara 0,6 dan 2,4 meter. Namun ada juga antena VSAT besar dengan panjang 3 s.d. 6 meter.

SATRIA-1 memiliki kapasitas 150 Gbps yang berguna untuk memberikan akses internet di 150.000 titik layanan publik. Dengan total kapasitas transmisi satelit sebesar 150 Gbps, maka setiap titik layanan akan mendapatkan kapasitas dengan kecepatan sampai 1 Mbps.

Dengan operasi transmisi lewat udara, memungkinkan layanan SATRIA-I menjangkau cakupan wilayah yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Cakupan layanan yang luas akan mampu mengatasi hambatan geografis seperti daratan, gunung, bukit, lembah dan ngarai.

SATRIA-1 menjadi salah satu solusi pemerintah untuk melengkapi jangkauan BTS 4G dan Jaringan Kabel Serat Optik Palapa Ring. Sebelumnya, Pemerintah meminjam kapasitas internet satelit dari lima perusahaan sambil menunggu SATRIA-1 siap operasional.

Tag Satelit SATRIA-1

Terkait