Kebiasaan Latah Gary Iskak, Cerita Lucu yang Melekat Hingga Akhir Hayatnya
Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Aktor Gary Iskak meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan motor pada Sabtu (29/11/2025) dini hari.
Insiden nahas itu terjadi di Jalan Kesehatan Raya, tepat di depan Rainbow Car Wash, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Saat mengendarai motor RX-King, Gary kehilangan kendali hingga menabrak pohon di sisi jalan.
Baca Juga: Kabar Duka, Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia Usai Kecelakaan
Benturan keras membuatnya terjatuh dan mengalami luka serius di bagian kepala.
Jenazah Gary Iskak tiba di rumah duka. [FTNews/Selvianus Kopong Basar]
Gary sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Baca Juga: Jenazah Gary Iskak Tiba di Rumah Duka, Isak Tangis Keluarga Pecah
Namun, kondisinya yang kritis sejak awal tak dapat diselamatkan.
Hingga Gary Iskak dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.24 WIB.
Gary Iskak, Aktor Macho yang Ternyata Latah
Di balik penampilannya yang macho, bertato, dan kerap terlihat garang di layar kaca, Gary Iskak memiliki sisi unik yang membuat banyak orang terhibur, karena ia seorang yang sangat latah.
Teman-teman rekan artis bahkan sang istri Richa Novisha, sering kali menjahilinya karena respons latah Gary yang spontan dan lucu. Para kru produksi pun kerap menggoda sekadar mencari reaksi kocaknya.
Kebiasaan latahnya sebenarnya sudah disadari sejak lama. Namun semakin parah sejak ia membintangi film D’Bijis pada 2007 lalu.
Dalam film tersebut, Gary memerankan karakter banci yang latah.
Untuk mendalami peran tersebut, ia banyak berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan latah. Tanpa disadari, sifat itu terbawa terus hingga kehidupan nyata.
"Tahun 2000-an lah sebelum film D'Bijis. Film itu juga, kita memperdalam karakter itu juga kan. Jadi mau nggak mau berdekatan sama orang latah semua," kenangnya sambil tertawa.
Sempat Berobat ke Psikiater
Gary sendiri mengaku bahwa sifat latah itu membuatnya lelah. Ia bahkan sempat menjalani terapi karena ingin menghilangkan sifat tersebut.
"Dulu sempet ke psikiater juga. Pas dicobain, katanya seminggu sembuh. Sudah dicoba sampai sebulan, kita enggak sembuh, dia yang latah," kata Gary, menyampaikan kisah lucunya itu.
Meski pernah hilang, latahnya kembali muncul seiring interaksi dengan lingkungan kerja yang penuh keisengan.
“Dulu pernah hilang, terus balik lagi. Ya sudah, dijalanin saja,” ujarnya pasrah.
Kepergian Gary Iskak menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sesama artis, hingga masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai pribadi hangat dan selalu menghibur—bahkan lewat sifat latahnya yang khas.