Keren! Bripda I Putu Adi Kartika Raih Podium di Mandalika Racing Series 2025
Meski mengalami sejumlah kendala, pembalap Indonesia I Puti Adi Kartika Putra berhasil meraih podium yang diidam-idamkan para peserta Mandalika Racing Series (MRS) 2025. I Puti Adi Kartika Putra yang juga anggota Kepolisian RI berpangkat Bripda, sukses meraih podium kedua di ajang bergengsi yang digelar di Mandalikan, Nusa Tenggara Barat, 1-2 November 2025.
Keberhasilannya ini terasa luar biasa lantaran sebelumnya personel Polda Bali ini mengalami berbagai masalah. Mulai dari masalah ban, gear hingga kesalahan mengambil racing line di race pertama.
"Awalnya memang sempat ada kendala teknis dan salah strategi di awal, tapi berkat evaluasi cepat dan dukungan tim yang sangat solid, semua masalah itu bisa kami atasi dengan baik di balapan selanjutnya," ujarnya yang berlaga di Kejurnas MRS seri 3 podium kelas Sport 250 Community race 1 podium 3 dan race 2 finish ke 2.
Bripda I Putu Adi Kartika Putra raih Podium kedua dalam Mandalika Racing Series 2025 [Foto: Humas Polri]
Keberhasilannya finish di posisi kedua merupakan buah dari semangat juang yang tinggi, proses evaluasi yang cepat, dan kerja tim yang solid.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi anggota Polri tidak hanya tercermin di lapangan tugas sebagai pengayom masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi di kancah olahraga nasional.
Suka Balapan Sejak SMP
Kecintaan Bripda I Putu Adi pada dunia balap sendiri sudah tumbuh sejak lama, tepatnya saat ia masih duduk di bangku SMP sekitar tahun 2005.
Raihan podium di MRS 2025 ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan dan dukungan terhadap minat bakat personel Polri menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama institusi.
Para pemenang Mandalika GP Series 2025 [Foto: Humas Polri]"Podium Kejurnas MRS seri 3 ini saya persembahkan untuk Polda Bali dan pecinta balap di Bali pada HUT ke-80 RI ini," kata Tom, sapaan akrab Bripda I Putu Adi Kartika Putra, dikutip dari Instagram Indorekor. Anggota Dit Polairud Polda Bali ini tergabung dalam Dewata Racing Team.
"Masih banyak balap liar dijadikan ajang adu nyali dan hobi motor, Padahal dengan balap liar membahayakan nyawa diri sendiri dan penguna jalan lainnya. Saya mengajak pecinta balap untuk stop balap liar dan stop Narkoba, ikuti balap resmi dan ukir prestasi," ucapnya.