Kisruh Piala Dunia Dimulai! Iran Boikot Undian di Washington DC Gara-gara Pembatasan Visa Trump
Sebagaimana diperkirakan, langkah Amerika Serikat melakukan pembatasan visa pada sejumlah negara tertentu akhirnya benar-benar berdampak pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026 mendatang. Di antara mereka ada yang telah pasti lolos Piala Dunia, Iran salah satunya. Namun negara ini termasuk dalam pembatasan visa AS.
Padahal Iran sebagai negara yang lolos Piala Dunia akan mengikuti undian atau drawing yang akan digelar Desember mendatang. Para pejabat Iran pun memboikot undian yang akan berlangsung di Washington pekan depan karena AS menolak visa bagi anggota delegasinya.
Dilansir Daily Mail, Kantor berita pemerintah IRNA mengutip juru bicara federasi sepak bola Iran, Amir-Mahdi Alavi, yang mengatakan bahwa para pejabat menghadapi kendala visa yang melampaui pertimbangan olahraga.
Baca Juga: Kemenangan Timnas Indonesia Dirampok, PSSI-nya Bahrain Ketakutan Sendiri
Tidak ada komentar langsung dari Gedung Putih. FIFA pun belum bersuara.
Alavi mengatakan federasi telah menghubungi FIFA dan berharap dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Badan sepak bola tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Piala Dunia Foto FIFAHaiti Lolos Piala Dunia juga Masuk Dalam Daftar Pembatasan Visa
Baca Juga: Kualifikasi Tuntas! Ini 16 Negara yang Masuk Jalur Neraka Playoff 2026
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan pada bulan Juni larangan perjalanan bagi warga negara dari 12 negara termasuk Iran. Daftar tersebut juga termasuk Haiti, yang pekan lalu lolos ke Piala Dunia.
Namun, pengecualian dijanjikan untuk 'setiap atlet atau anggota tim, termasuk pelatih, orang yang menjalankan peran pendukung penting, dan kerabat dekat, yang bepergian untuk Piala Dunia, Olimpiade, atau acara olahraga besar lainnya sebagaimana ditentukan oleh menteri luar negeri.'
Tidak jelas apakah pengecualian ini juga berlaku untuk pengundian Piala Dunia, yang akan berlangsung pada 5 Desember di Kennedy Center.
Delegasi Iran diperkirakan akan dipimpin oleh presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj, salah satu pejabat paling senior di sepak bola Asia dan anggota dari dua komite FIFA yang mengawasi Piala Dunia.
Ia adalah salah satu wakil presiden Konfederasi Sepak Bola Asia dan anggota panel FIFA yang bertanggung jawab atas kompetisi badan tersebut, serta tim nasional sepak bola putra secara umum.
Pemerintahan Trump Klaim Iran ‘Sumber Terorisme’
Sebanyak 48 tim akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 11 Juni-19 Juli yang diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko. Dari 48 negara tersebut, negara-negara yang terkena larangan perjalanan adalah: Afghanistan, Myanmar, Chad, Kongo-Brazzaville, Guinea Khatulistiwa, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.
Pemerintahan Trump mengklaim bahwa Iran adalah 'sumber terorisme yang signifikan di seluruh dunia', dan 'secara historis gagal menerima kembali warga negaranya yang dideportasi.'
FIFA sebelumnya telah meyakinkan para penggemar sepak bola Iran tentang kemampuan tim untuk memainkan pertandingan - bahkan tanpa penonton di tribun di AS.
"Kami sudah mendapat jaminan dari ketiga pemerintah bahwa tim yang lolos akan diizinkan untuk datang dan berpartisipasi," kata Wakil Presiden FIFA, Victor Montagliani.
Sumber: Daily Mail, sumber lain