Langka! 7 Fakta Menarik Bunga Rafflesia Hasseltii Ditemukan di Hutan Sumatera
Penemuan bunga Rafflesia Hasseltii di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menjadi sorotan para pecinta alam.
Spesies langka yang terkenal dengan ukuran besar dan tampilan unik ini memang jarang sekali ditemukan mekar sempurna di habitat alaminya, sehingga setiap kemunculannya hampir selalu menarik perhatian publik.
Bunga raksasa ini tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia.
Baca Juga: Prabowo Subianto Rasakan Pengalaman Pertamanya Tanam Padi Gunakan Drone
Tetapi juga menyimpan beragam fakta menarik yang membuatnya semakin istimewa.
Berikut deretan fakta menarik Rafflesia Hasseltii:
1. 13 Tahun Pencarian
Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Angkat Rafflesia Arnoldii, Bunga Langka dari Bengkulu
Rafflesia Hasseltii, salah satu bunga paling langka di dunia, kembali ditemukan setelah lebih dari satu dekade menghilang dari habitat alaminya.
Spesies yang kini berada di ambang kepunahan itu kembali terdeteksi di pesisir hutan Sumatera Selatan, menandai penemuan penting bagi dunia konservasi.
Upaya pencarian ini dilakukan oleh tim peneliti dan pemandu lapangan yang telah menyusuri berbagai titik hutan Sumatra sejak 2007, atau sekitar 13 tahun lamanya.
Meski penuh tantangan, tim tak pernah berhenti mencari jejak bunga raksasa tersebut.
Kerja keras tersebut terbayar. Dengan dukungan ilmuwan dari University of Oxford Botanic Garden and Arboretum, Dr. Chris Thorogood, mereka berhasil mendokumentasikan kemunculan Rafflesia Hasseltii di kawasan Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel, pada Selasa (18/11).
2. Populasi Sangat Terbatas
Temuan di lapangan mengungkapkan bahwa dalam satu lokasi, biasanya hanya ada kurang dari 10 kuncup Rafflesia Hasseltii.
Jumlah ini membuat peluang berkembangnya populasi sangat kecil.
Ditambah lagi, bunga Rafflesia diketahui hanya mekar sesekali sehingga kesempatan pengamatan dan penelitian juga sangat terbatas.
Kematian kuncup yang tinggi baik karena perubahan cuaca, gangguan lingkungan, maupun serangan organisme lain menjadi penyebab utama regenerasi-nya terhambat. Inilah yang membuat spesies ini tergolong langka dan membutuhkan perlindungan ekstra.