Sumatera Utara

Minimarket di Langkat Dijarah Saat Banjir: Bantuan Pemerintah Gak Turun, Masyarakat Butuh Makan

29 November 2025 | 22:28 WIB
Minimarket di Langkat Dijarah Saat Banjir: Bantuan Pemerintah Gak Turun, Masyarakat Butuh Makan
Tangkapan layar penjarahan minimarket di Langkat. [Instagram]

Aksi penjarahan saat bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

rb-1

Dilihat dari unggahan video @seputarbinjai, Sabtu 29 November 2025, tampak minimarket yang berada di pinggir jalan disebut sudah habis jarah warga.

Perekam video menyebutkan kalau penjarahan ini terjadi karena kondisi korban banjir yang sangat memprihatinkan ditambah lagi tidak ada bantuan dari pemerintah.

Baca Juga: Isi Bantuan Diberikan Pemerintah Untuk Para Masyarakat Yang Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-

rb-3

"Gak tahu siapa yang mau disalahkan bantuan dari pemerintah gak ada turun, jadi jangan salahkan masyarakat, duit sudah gak laku," kata perekam video.

"Alfamart Jalan Sudirman sudah habis, gak tahu siapa yang harus disalahkan kalau gini, masyarakat butuh makan," sambungnya.

Baca Juga: Kota Medan Banjir Besar, Ini Nomor Call Center Basarnas untuk Evakuasi Warga

Dalam narasinya pengunggah video menyampaikan kalau masyarakat korban banjir terpaksa bergerak sendiri karena tak adanya bantuan.

"Pemerintah ke mana kalau begini? Apa membutuhkan rakyat saat Pemilu saja," tulisnya.

Sebelumnya, beredar video yang menampilkan aksi penjarahan di sebuah minimarket di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial.

Dilihat dari unggahan akun instagram agus.fadlii, tampak ramai masyarakat meringsek masuk ke dalam minimarket di pinggir jalan di Sibolga.

Penjarahan di Sibolga. [Istimewa]Penjarahan di Sibolga. [Istimewa]Masyarakat yang masuk terlihat menggasak sejumlah kebutuhan pokok seperti makanan, beras, makanan ringan dan lainnya.

"Penjarahan di Sibolga-Tapteng 29/11," tulisnya di kolom caption, dilihat FT News, Sabtu 29 November 2025.

Dalam unggahan selanjutnya pemilik akun menyampaikan kalau penjarahan ini terjadi karena inkompetensi pejabat dalam memitigasi risiko bencana alam.

"Darurat Sibolga-Tapteng, penjarahan dimulai. Ini membuktikan negara kita tidak kekurangan pemimpin, tapi kelebihan pejabat yang inkompetensi dalam memitigasi risiko bencana alam

Stay alert, stay safe. Bencana kepimpinan," tulisnya.

Postingan ini seketika mendapat tanggapan dari warganet di kolom komentar. Ada yang meminta agar masyarakat meminta bantuan ke luar negeri.

"Yuk rame-rame aja bikin tagar minta bantuan ke negara lain," tulis warganet.

"Naik asam lambung orang menunggu bantuan," kata warganet lainnya.

Tag Bantuan Pemerintah Langkat Banjir Penjarahan