PT Pos Lakukan Rekayasa Rute Pengiriman Bansos untuk Wilayah Bencana Sumut, Sumbar, Aceh
Bersamaan dengan terjadinya bencana di sejumlah daerah, utamanya Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, penyaluran bantuan sosial (Bansos) Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), tengah giat dilaksanakan. Namun dengan adanya bencana ini, membuat penyaluran terhadap para penerima jadi terganggu.
PT Pos Indonesia mengegaskan, dengan adanya kondisi ini pihaknya mempercepat atau memberi prioritas penyaluran pada warga di wilayah terdampak bencana.
Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, di Medan, menegaskan, dari total 281 kantor pos di tiga provinsi tersebut, 141 kantor terdampak gangguan akses. Tujuh kantor di antaranya mengalami dampak paling berat, dan hingga hari ini dua kantor Kantor Pos Langsa dan Sipirok (Sipolgan) masih belum dapat beroperasi normal karena jalur menuju lokasi terputus.
Baca Juga: Saat Cek Bansos Status ‘SIKS-NG Exclude Gagal Burekol’ Apa Artinya? Apakah Bansos Batal Cair?
“Akses menuju Langsa dan Sipirok masih tertutup total. Petugas tidak bisa menembus jalur darat sehingga operasional belum bisa normal,” jelas Haris, dilansir InfoPublik.
PT Pos Lakukan Rekayasa Rute Pengiriman Bansos
Untuk menjaga layanan dan memastikan bansos tetap tersalurkan, Pos Indonesia melakukan rekayasa rute pengiriman. Seperti kiriman ke Sipirok, yang biasanya melalui Tarutung, kini harus memutar jauh melalui Kabanjahe – Kutabuluh – Salak sebelum mencapai wilayah tersebut.
Sedangkan kiriman menuju Langsa dialihkan melalui jalur udara ke Banda Aceh, kemudian diteruskan ke Lhokseumawe, sebelum akhirnya menembus Langsa setelah jalur terbuka sementara.
Sementara di Sumatera Barat, jalur Padang–Lembah Anai terputus sehingga kiriman dari Padang harus diputar melalui Solok–Sitinjau Lauik. “Rekayasa rute ini kami lakukan agar bansos dan kiriman masyarakat tidak terhenti. Walau jalurnya memutar, layanan harus tetap jalan,” kata Haris.
Total 11 Juta KPM telah Terima Bansos Nasional
Pos Indonesia juga melaporkan progres penyaluran bansos nasional. Dari total 11 juta KPM, sebanyak 81 persen telah menerima bantuan, dengan sisa sekitar 2,2 juta KPM yang masih menunggu distribusi.
Untuk Regional Sumatra, capaian penyaluran berada di angka 73 persen, dengan sisa 708 ribu KPM yang belum menerima bantuan. Angka terendah berada di Provinsi Aceh, yang baru mencapai realisasi 47 persen akibat hambatan akses.
“Pos Indonesia sudah berkoordinasi dengan dinas sosial dan aparat daerah. Skema penyaluran akan digeser ke metode jemput bola, terutama di lokasi pengungsian agar bantuan segera sampai,” ujar Haris.
Dengan situasi infrastruktur yang belum stabil, Pos Indonesia memastikan bahwa petugas lapangan tidak menunggu di kantor, tetapi langsung mendatangi titik-titik pengungsian untuk memastikan bansos PKH dan BPNT diterima keluarga penerima manfaat.
“Kami tidak menunggu di kantor. Kami turun ke lapangan, ke penampungan, ke titik evakuasi, untuk memastikan bansos tersalurkan,” tegas Haris.
Upaya percepatan ini diharapkan dapat mengurangi dampak sosial ekonomi warga terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, sambil menunggu pemulihan akses jalan secara bertahap.