Nasional

Waspadalah! Indonesia Salah Satu Kawasan Seismik Paling Aktif di Dunia, Setahun 30 Ribu Kali Gempa

18 November 2025 | 17:08 WIB
Waspadalah! Indonesia Salah Satu Kawasan Seismik Paling Aktif di Dunia, Setahun 30 Ribu Kali Gempa
Ilustrasi gempa. [Istimewa]

Indonesia sebagai salah satu kawasan seismik paling aktif di dunia. Data BMKG mencatat rata-rata terjadi 30 ribu kali gempa bumi setiap tahunnya. Catatan ini tentu bukan hanya angka namun menjadi penanda bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi menjadi garda terdepan yang harus terus digencarkan oleh seluruh pihak.

rb-1

Hal itu disampaikan Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Teuku Faisal Fathani, dalam acara peringatan 10 Tahun SLG di Auditorium Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Selasa (18/11).

Kesiapsiagaan bencana harus menjadi budaya dan cara pandang hidup masyarakat Indonesia, tegasnya. Hal ini disebabkan oleh tingginya potensi bencana di Indonesia yang menuntut kesadaran kolektif yang berkelanjutan.

Baca Juga: Seorang Warga Bantul Meninggal Dunia Akibat Gempa Jumat Malam

rb-3

“Letak Indonesia pada pertemuan empat lempeng tektonik dunia (Indo-Australia, Eurasia, Filipina, dan Pasifik) menyebabkannya memiliki 13 segmen subduksi dan lebih dari 295 sesar aktif,” kata Faisal dalam acara peringatan 10 Tahun SLG di Auditorium Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Selasa (18/11).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani [Foto: dok BMKG]Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani [Foto: dok BMKG]BMKG, lanjutnya, terus berupaya mendorong kesadaran kolektif yang berkelanjutan melalui kegiatan SLG. Selama 10 tahun atau satu dekade, BMKG terus bergerak memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat Indonesia untuk mengajarkan tentang kesiapsiagaan, keterampilan, dan cara pandang kehidupan dalam menghadapi potensi bencana. “Bahwa keselamatan dapat dipersiapkan, ketangguhan dapat ditumbuhkan, dan setiap manusia adalah penjaga bagi dirinya dan sesamanya,” ujarnya.

Gempa Bumi Dahsyat di Jakarta: 1699, 1780, 1834, dan 1903

Baca Juga: BMKG: 70 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan

Di sisi lain, Jakarta, sebagai kota metropolitan dengan segala hiruk pikuknya dianggap sebagai kota yang relatif aman. Namun demikian, menilik catatan sejarah, Jakarta pernah mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada tahun 1699, 1780, 1834, dan 1903.

Rentetan peristiwa gempa besar ini diduga kuat dipicu aktivitas subduksi lempeng mengingat dampak kerusakan yang ditimbukan dalam spektrum cukup luas. Catatan ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa Jakarta juga memiliki potensi bahaya gempa, sehingga diperlukan kesiapsiagaan dan menjadi budaya bersama.

1 2 Tampilkan Semua
Tag BMKG 30 Ribu Kali Gempa per-Tahun Kawasan Seismik Paling Aktif