Internasional

Tragis dan Kejam, Ibu di Vietnam Bunuh Keluarga Pakai Sianida

30 November 2025 | 17:05 WIB
Tragis dan Kejam, Ibu di Vietnam Bunuh Keluarga Pakai Sianida
Nguyen Thi Hong Bich (39) dijatuhi hukuman mati setelah terbukti meracuni empat anggota keluarganya menggunakan sianida. [YouTube]

Sebuah kasus pembunuhan sadis mengguncang Vietnam selatan. Seorang wanita bernama Nguyen Thi Hong Bich (39) dijatuhi hukuman mati setelah terbukti meracuni empat anggota keluarganya menggunakan sianida.

rb-1

Putusan itu dibacakan Pengadilan Rakyat Dong Nai pada Kamis, 27 November 2025.

Baca Juga: Kota Wisata Vietnam Tenggelam Akibat Banjir Besar

rb-3

Majelis hakim menyebut tindakan Bich sebagai perbuatan “berdarah dingin, tidak manusiawi, dan penuh perhitungan,” karena ia memanfaatkan kepercayaan keluarga sendiri untuk melancarkan aksi pembunuhan.

Racun untuk Bunuh Diri Berujung Pembunuhan Suami

Nguyen Thi Hong Bich (39) dijatuhi hukuman mati [YouTube]Nguyen Thi Hong Bich (39) dijatuhi hukuman mati [YouTube]

Baca Juga: Vietnam Resmi Jadi Mitra BRICS

Menurut pengadilan, Bich awalnya membeli sianida untuk bunuh diri akibat konflik rumah tangga.

Namun, pada 5 Januari 2023, ia justru memasukkan racun itu ke dalam obat lambung milik suaminya, Nguyen Thoai Thanh The.

Sang suami jatuh sakit berkepanjangan dan akhirnya meninggal dunia pada Oktober 2023 setelah berbulan-bulan menjalani perawatan di rumah sakit.

Utang Menumpuk

Setelah suaminya meninggal, Bich berhubungan dengan pria lain dan mulai terlilit utang. Konflik dengan adik perempuannya memperburuk kondisi itu, hingga akhirnya kebencian tersebut mendorongnya menyasar anak-anak sang adik.

Penyidik menemukan Bich melakukan serangkaian upaya pembunuhan terhadap keponakannya:

1 Januari 2024 – Korban 6 Tahun

Bich mencampur air dengan sianida ke dalam gelas plastik dan memaksa keponakannya yang berusia 6 tahun untuk meminumnya. Anak itu meninggal keesokan harinya.

Mei 2024 – Korban 13 Tahun

Ia memasukkan sianida ke dalam botol minuman keponakannya yang berusia 13 tahun ketika korban sedang bermain gim. Korban meninggal meski sempat dibawa ke rumah sakit.

22 Juni 2024 – Korban 18 Tahun (Selamat)

Upaya terakhir dilakukan ketika ia memberi “obat jerawat” yang ternyata telah tercampur sianida. Korban pingsan namun berhasil diselamatkan setelah dokter menemukan racun di perutnya. Temuan inilah yang akhirnya membuka seluruh kasus.

Motif Finansial

Di persidangan, Bich mengakui perbuatannya dan menyebut tindakannya “tidak manusiawi.” Ia juga mengonfirmasi pernah membeli asuransi jiwa untuk suami dan anak-anaknya, dan menerima uang pertanggungan setelah mereka meninggal.

Keluarga korban yang awalnya mengira hanya mengalami “nasib buruk” meminta hukuman terberat kepada pengadilan.

Hukuman Mati dan Ganti Rugi

Pengadilan menilai Bich tidak memiliki harapan rehabilitasi, sehingga harus diasingkan sepenuhnya dari masyarakat melalui hukuman mati. Ia juga diwajibkan membayar VND 300 juta (sekitar Rp190 juta) sebagai biaya perawatan keponakannya yang selamat.

Dalam kata-kata terakhirnya, Bich menangis dan meminta maaf kepada keluarganya serta memohon untuk bertemu putrinya yang berusia 10 tahun untuk terakhir kalinya.

Sumber: vnexpress.net

Tag vietnam racun sianida