Ini Alasan Kapolri Tolak Surat Pengunduran Diri Ferdy Sambo 

Forumterkininews.id, Jakarta – Polri menolak surat pengunduran diri yang diajukan Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan alasan menolak surat pengunduran diri Irjen Pol Ferdy Sambo karena adanya aturan yang harus dilewati melalui Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terkait kasus pidana yang menjerat eks Kadiv Propam polri itu.

“Tentu ada aturannya. Kita melihat ini harus diselesaikan dalam proses sidang KKEP. Dan kemarin sudah kita dengar bahwa putusan dari sidang PDTH (pemberhentian tidak dengan hormat),” kata Sigit dalam keterangannya, Senin (29/8).

Lebih lanjut dikatakan Sigit, selama sidang tersebut, Sambo memiliki hak untuk mengajukan banding, karena hal tersebut bagian dari proses persidangan etik. “Nanti akan ada putusan lagi mengenai permohonan yang bersangkutan,” ujar Sigit.

Soal dikabulkan atau tidaknya pengajuan banding mantan Kadiv Propam Polri tersebut, Sigit hanya menjawab dengan lihat pada hasilnya nanti. Ia pun mengatakan sidang pemeriksaan Sambo terkait kode etik sudah mendekati penyelesaian.  Kemudian pihaknya telah melakukan koordinasi berkas perkara agar bisa segera diselesaikan terkait kekurangan alat bukti yang ada.

Sementara itu terkait dengan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan perkara, Sigit mengatakan bahwa sedang dalam proses dan akan menyusul.

“Karena berkas sudah kita kirim. Kita juga telah menambah kemarin yang kita tetapkan untuk obstruction of justice, tentunya ini sudah berproses,” ucapnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini menambahkan bahwa berkas perkara masih dilengkapi oleh tim khusus ((timsus) penyidik.

“Tinggal kita lihat minggu depan kalau sudah dinyatakan Jaksa lengkap, berkas bisa kita limpahkan,” tuturnya.

Teknis Pelaksanaan Rekonstruksi Ada di Penyidik

Adapun terkait rencana proses rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J yang akan digelar dalam waktu dekat ini, Sigit menyerahkan hal tersebut kepada tim penyidik Polri.

BACA JUGA:   Terhadang Saat Razia Kendaraan, ASN Pemasok Amunisi ke KKB Nduga Ditangkap Polisi

Ia enggan membeberkan terkait rincian lebih jauh terkait hal tersebut dan justru meminta dukungan dari masyarakat agar proses yang dilakukan tim penyidik Polri tersebut berjalan dengan lancar dan transparan.

“Yang penting semuanya doakan kita, semua tetap pada komitmen kita, semuanya transparan, tidak ada yang kita tutupi, kita proses sesuai dengan fakta yang dijanjikan tadi,” tutur Sigit.

Rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J akan dilakukan pada Selasa (30/8) di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dalam pelaksanaan rekonstruksi tersebut, para tersangka akan didampingi pengacara. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga akan diundang untuk mengikuti rekonstruksi tersebut.

Diketahui, Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Mereka ialah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga, Kuwat Maruf.

Mereka dijerat Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun. []

Artikel Terkait

Saat Banjir Rob Melanda, Remaja di Belawan Malah Tawuran

FT News - Meski banjir rob melanda kawasan pesisir...

Tersangka Sempat Beli Gorengan Sebelum Perkosa-Bunuh Gadis Penjual Gorengan

FT News - Polisi mengungkap kronologi pemerkosaan dan pembunuhan...

Edarkan Ganja, Pria Paruh Baya di Langkat Dicokok Polisi

FT News - Polisi menangkap seorang pengedar narkoba jenis...