Metropolitan

Deddy Corbuzier Soroti Bencana di Sumatera, Singgung Orang Serakah

30 November 2025 | 14:05 WIB
Deddy Corbuzier Soroti Bencana di Sumatera, Singgung Orang Serakah
Influencer Deddy Corbuzier. [Instagram]

Konten kreator Deddy Corbuzier angkat suara terkait bencana besar banjir yang melanda Sumatera dalam beberapa hari terakhir.

rb-1

Melalui pernyataannya, Deddy mengungkapkan rasa sedih dan empati yang mendalam terhadap para korban yang terdampak banjir dan longsor.

Deddy mengatakan bahwa rasa sakit yang ia rasakan bukan hanya di mata ketika melihat gambar atau video bencana, melainkan sampai ke pikiran dan hatinya.

Baca Juga: Kota Medan Banjir Besar, Ini Nomor Call Center Basarnas untuk Evakuasi Warga

rb-3

Ia membayangkan bagaimana jika dirinya atau keluarganya berada dalam situasi yang sama.

Banjir melanda Padang, Sumatera Barat. [Istimewa]Banjir melanda Padang, Sumatera Barat. [Istimewa]“Sakitnya tuh sudah bukan lagi di mata. Sakitnya tuh sudah di pikiran, di otak gue, di hati gue. Kebayang saudara-saudara kita di sana. Kebayang kalau itu terjadi ke keluarga gue,’’ ujarnya lewat postingan di akun instagram miliknya seperi dilihat, Minggu 30 November 2025.

Namun, ada hal lain yang membuatnya semakin prihatin. Deddy menilai beberapa komentar di media sosial yang menyebut bahwa bencana tersebut merupakan “karma” sebagai bentuk ketidaksensitifan dan ketidaktahuan.

Baca Juga: Rawan Gempa, BRIN Petakan Sesar dari Ujung Kulon hingga Banyuwangi

“Mengatakan itu karma aja sudah salah. Karma itu bahasa Sanskerta yang artinya tindakan, bukan balasan atas kejadian yang menimpa. Jadi selama ini penggunaan kata karma aja sudah salah,’’ tegasnya.

Deddy juga menyinggung pernyataan bahwa bencana ini terjadi karena “alam sedang marah”. Menurutnya, alam tidak serta-merta marah tanpa ada perilaku manusia yang merusak terlebih dahulu.

“Alam tidak akan marah kalau tidak ada orang-orang serakah yang merusak alamnya duluan.”

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk berhenti menyalahkan dan mulai fokus pada tindakan nyata yang bisa dilakukan untuk membantu para korban.

“Kalau mau bicara soal karma, karma adalah apa yang bisa kita perbuat. So now, let’s concentrate on what we can do. Kalau bisa bantu, ya bantu. Dengan doa, dengan bantuan, dengan mengumpulkan sumbangan, apa pun.”

Menurut Deddy, membantu tidak selalu harus ditunjukkan ke publik. Ada yang memilih membagikan informasi demi menggerakkan orang lain, ada pula yang membantu diam-diam. Keduanya sama-sama baik.

“Mau kalian posting supaya jadi contoh buat orang lain? Silakan. Mau diam-diam membantu? Itu indah, hanya kalian dan Tuhan yang tahu.”

Menutup pernyataannya, Deddy kembali menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya mencari siapa yang salah, melainkan saatnya bergerak membantu sesama.

“Stop asking why and blaming. Now let’s act.”

Banjir merendam rumah warga di Sumatera Utara. [Istimewa]Banjir merendam rumah warga di Sumatera Utara. [Istimewa]Hingga 29 November 2025 malam, BNPB melaporkan total 303 korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar), dengan rincian 47 di Aceh, 166 di Sumut, dan 90 di Sumbar.

- Aceh: 47 meninggal dunia, dengan penambahan di Aceh Tengah (16 jiwa), Bener Meriah (12 jiwa), Aceh Tenggara (7 jiwa), serta wilayah lain seperti Pidie Jaya dan Bireuen; data masih dikonsolidasikan.

- Sumatera Utara: 166 meninggal dunia (bertambah 50 dari hari sebelumnya), 143 hilang di delapan kabupaten/kota seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Humbang Hasundutan.

- Sumatera Barat: 90 meninggal dunia (penambahan signifikan di Agam 74 jiwa), 85 hilang, serta 10-17 luka-luka di Padang, Padang Panjang, dan Pasaman Barat.

Selain korban jiwa, 279 orang masih hilang secara keseluruhan, ribuan mengungsi, dan akses ke wilayah seperti Sibolga terputus.

Operasi pencarian oleh Basarnas dan satgas gabungan terus berlangsung, dengan Sumut sebagai provinsi paling parah terdampak.

Tag Bencana Deddy Corbuzier Sumatera Banjir