Kerusakan Infrastruktur Capai Rp202,8 Miliar Akibat Banjir Bandang Padang
Banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat akibat curah hujan ekstrem dari badai siklon Senyar menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar.
Sejumlah sungai besar meluap dan merendam kawasan permukiman hingga akses transportasi lumpuh. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam sejak 25 November hingga 8 Desember 2025.
Pemerintah Kota Padang memperkirakan nilai kerusakan infrastruktur hingga Sabtu (29/11) mencapai Rp202,8 miliar. Kerusakan tersebut mencakup jembatan, jalan, fasilitas umum, hingga sarana air bersih.
Baca Juga: Diterjang Banjir dan Longsor, Gubernur Mualem: Aceh Seakan Alami 'Tsunami Kedua'
“Cukup banyak infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi ini. Tidak saja infrastruktur tetapi juga korban jiwa dan lainnya,” kata Wali Kota Padang Fadly Amran di Padang, Minggu (30/11/2025).
Kerusakan paling parah terjadi pada Jembatan Gunung Nago yang merupakan akses utama penghubung Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubuk Kilangan. Jembatan itu putus total setelah diterjang arus banjir.
Baca Juga: Minimarket di Langkat Dijarah Saat Banjir: Bantuan Pemerintah Gak Turun, Masyarakat Butuh Makan
“Kerusakan jembatan itu menelan kerugian yang mencapai Rp45 miliar,” sebut dia.
Selain itu, putusnya Jembatan Kalawi Limau Manis juga menjadi salah satu dampak besar yang menambah nilai kerugian. Jembatan tersebut ambruk dan membuat akses warga terputus. Total kerugian akibat kerusakan ini diperkirakan mencapai Rp35 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengungkapkan terdapat enam jembatan yang terdampak banjir. Empat di antaranya putus, sementara dua lainnya mengalami rusak berat. Ia menyebutkan nilai kerusakan seluruh jembatan mencapai Rp127 miliar.
Selain jembatan, kerusakan fasilitas umum lainnya juga meluas ke sejumlah titik. Bendungan dan intake air baku dilaporkan rusak berat akibat diterjang banjir. Beberapa jalan dan tebing juga mengalami kerusakan imbas intensitas hujan yang tinggi dan tanah longsor yang terjadi sebelumnya.
Jalan di Batu Busuk bahkan putus total. Kondisi ini membuat akses warga semakin terhambat dan membutuhkan penanganan segera.
Penampakan Kota Padang setelah banjir bandang melanda. [TikTok]
Sarana air bersih turut mengalami kerusakan signifikan setelah banjir merendam sejumlah wilayah. BPBD mencatat sebanyak 10 intake PDAM rusak berat. Pipa distribusi dan pompa air baku juga ikut terendam, yang mengakibatkan gangguan suplai air bersih bagi warga.
Hingga kini, BPBD bersama instansi terkait masih mendata total kerugian serta kerusakan yang terjadi di seluruh wilayah terdampak.
Pendataan ini diperlukan sebagai dasar perbaikan dan pengajuan anggaran penanganan bencana. Pemerintah Kota Padang memastikan proses rehabilitasi akan dilakukan bertahap sesuai skala prioritas.
Menurut data meteorologi, badai siklon Senyar memicu curah hujan ekstrem yang mencapai 26,3 milimeter per jam di wilayah Sumatera.
Kondisi ini membuat beberapa sungai besar di Padang meluap dan memperparah dampak banjir. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.