Otomotif

BRIN Kenalkan Helm Limbah Sawit: Ringan, Kuat dan Tahan Benturan Dibanding Termoplastik

30 November 2025 | 18:25 WIB
BRIN Kenalkan Helm Limbah Sawit: Ringan, Kuat dan Tahan Benturan Dibanding Termoplastik
Ilustrasi [Foto: AI]

Selama ini industry otomotif dan pelindung kepala masih sangat tergantung pada pada bahan baku impor seperti serat sintetik dan polimer plastik. Padahal Indonesia memiliki peluang untuk mengadakan sendiri bahan yang dibutuhkan untuk membuat helm. Tidak usah impor! Jawabannya ada pada limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS).

rb-1

Periset Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan (PR EMK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sigit Setiawan, dalam paparannya menyebut, helm berbahan biokomposit sawit terbukti lebih kuat, ringan, dan tahan benturan dibanding helm termoplastik standar di pasaran

Indonesia, paparnya, menghasilkan sekitar 47 juta ton TKKS per tahun. Namun industri otomotif dan pelindung kepala masih sangat bergantung pada bahan baku impor seperti serat sintetik dan polimer plastik. Seiring dengan proyeksi permintaan nasional sebesar 10,5 juta unit helm per tahun, ia mengusulkan skema kebijakan afirmatif berupa Program Sejuta Helm Biokomposit.

Baca Juga: Regulasi Wajibkan Gedung Bertingkat Pasang <i>Water Mist</i> Digodok

rb-3

“Simulasi riset kebijakan menunjukkan jika sepuluh persen produksi helm nasional (sekitar 1 juta unit) menggunakan bahan baku biokomposit sawit, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan impor bahan baku senilai Rp110,4 miliar dan menciptakan permintaan bahan baku biokomposit domestik sebesar Rp21 miliar,” ungkapnya, pada Macroeconomics and Finance Talks (Mafin Talks) ke-27, bertajuk “Addressing Palm Waste to Promote Inclusive Green Growth Through Biocomposites”, dilansir laman BRIN.

Foto: BRINFoto: BRINDampak Ekonomi

Dampak ekonomi lanjutannya, ujar Sigit, diproyeksikan meningkatkan nilai tambah bruto sekitar Rp39,8 miliar, serta meningkatkan upah tenaga kerja sekitar Rp20 miliar, terutama di provinsi sentra sawit seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Utara.

Baca Juga: Rawan Gempa, BRIN Petakan Sesar dari Ujung Kulon hingga Banyuwangi

Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan (PR EMK) BRIN, Zamroni Salim, menegaskan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia menghadapi tantangan ekologis signifikan akibat jutaan ton limbah sawit yang dihasilkan setiap tahun. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut hanya akan menjadi beban lingkungan.

1 2 Tampilkan Semua
Tag BRIN Helm dari Limbah Sawit Biokomposit Sawit