Pengalaman PON Aceh-Sumut, Menpora Dito Wanti-wanti Peparnas XVII Solo tak Bermasalah!

FTNews, Solo— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menginginkan pelaksanaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024 di Solo, Jawa Tengah, pada 6-13 Oktober 2024 berjalan lancar dan tidak meninggalkan masalah dikemudian hari.

“Ini pertama yang harus saya sampaikan mungkin pengalaman dari PON Aceh-Sumut kemarin, dan ini harus disiapkan khususnya PB Peparnas dan juga para pemkot dan pemprov terkait dengan kehumasan,” kata Menpora Dito saat melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Mendagri terkait persiapan pelaksanaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024 di Hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, dilansir kemenpora.go.id

“Jadi, saya ingin memastikan bahwa PON dan Peparnas di kemudian hari tidak meninggalkan masalah. Jadi, perkuat humas, perkuat tim dan keterbukaan menjadi hal yang penting, karena posisinya memang kita akan menggelontorkan APBN dan DIPA langsung ke PB Peparnas bukan ke daerah,” jelas Menpora Dito.

Menurut Menpora Dito, terkait PON dan Peparnas 2024, Presiden telah mengeluarkan Keppres No.24 Tahun 2024 yang salah satu di dalamnya adalah pembentukan Satgas Pengawalan Tata Kelola. Jadi, lanjutnya, dari awal semua proses baik pengadaan, penyelenggaraan dan perencanaan sudah dimonitoring.

“Saya juga mengimbau karena menggunakan APBN maka ini dikawal ketat dan yang paling penting adalah baik yang menggunakan APBD, APBN semua pasti dikawal ketat. Jadi screning vendor sangat penting. Jadi, harus hati-hati betul dan jeli,” tegasnya.

“Saya harap bidang-bidang di PB Peparnas harus dipastikan efisiensinya jangan sampai kegemukan dan SDM juga harus yang kompeten dan fokus pada pelayanan pertandingan,” imbuhnya.

Menpora Dito berharap kolaborasi, keterbukaan dan komunikasi yang baik menjadi kunci untuk mensukseskan pelaksanaan Peparnas XVII/2024.

BACA JUGA:   Puncak Kemarau, BNPB Minta Jateng Antisipasi Air Bersih, Gagal Panen hingga Karhutla

“Kita harus sepakat harus terbuka, jika ada kekurangan atau masalah harus segera diinfokan ke kami jangan sampai kami tahu belakangan. Peparnas ini mungkin menjadi acara nasional terbesar terakhir sebelum pemerintahan periode 2019-2024 berakhir, jadi saya harap kita bisa mensukseskan secara bersama,” ujarnya.

“Saya yakin jika komunikasi, kolaborasi bagus semua masalah semua tantangan pasti bisa diselesaikan. Saya percaya komunikasi yang baik apapun itu pasti akan ada jalannya,” pungkasnya.***

Artikel Terkait

Akibat Nonton Bola, Diduga Anggota Jakmania Ini Nekat Rusak Rumah Warga

FT News - Rivalitas dalam pertandingan sepakbola memang membuat pertandingan...

Wamentan: Klaten Bakal Jadi Contoh Daerah 3 Kali Panen dalam Setahun

FTNews--- Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah didorong menjadi daerah...

Persiapan Peparnas ke-17 Solo, Mendagri: Venue Hampir Semuanya Siap!

FTNews --- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian...