Tragis dan Kejam, Ibu di Vietnam Bunuh Keluarga Pakai Sianida
1 Januari 2024 – Korban 6 Tahun
Bich mencampur air dengan sianida ke dalam gelas plastik dan memaksa keponakannya yang berusia 6 tahun untuk meminumnya. Anak itu meninggal keesokan harinya.
Mei 2024 – Korban 13 Tahun
Ia memasukkan sianida ke dalam botol minuman keponakannya yang berusia 13 tahun ketika korban sedang bermain gim. Korban meninggal meski sempat dibawa ke rumah sakit.
22 Juni 2024 – Korban 18 Tahun (Selamat)
Upaya terakhir dilakukan ketika ia memberi “obat jerawat” yang ternyata telah tercampur sianida. Korban pingsan namun berhasil diselamatkan setelah dokter menemukan racun di perutnya. Temuan inilah yang akhirnya membuka seluruh kasus.
Motif Finansial
Di persidangan, Bich mengakui perbuatannya dan menyebut tindakannya “tidak manusiawi.” Ia juga mengonfirmasi pernah membeli asuransi jiwa untuk suami dan anak-anaknya, dan menerima uang pertanggungan setelah mereka meninggal.
Keluarga korban yang awalnya mengira hanya mengalami “nasib buruk” meminta hukuman terberat kepada pengadilan.
Hukuman Mati dan Ganti Rugi
Pengadilan menilai Bich tidak memiliki harapan rehabilitasi, sehingga harus diasingkan sepenuhnya dari masyarakat melalui hukuman mati. Ia juga diwajibkan membayar VND 300 juta (sekitar Rp190 juta) sebagai biaya perawatan keponakannya yang selamat.
Dalam kata-kata terakhirnya, Bich menangis dan meminta maaf kepada keluarganya serta memohon untuk bertemu putrinya yang berusia 10 tahun untuk terakhir kalinya.
Sumber: vnexpress.net