Usai BBM Langka saat Banjir, Ekonom Peringatkan Potensi Inflasi di Sumut
Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara kini mulai berdampak serius pada stabilitas harga kebutuhan pokok.
Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, memperingatkan bahwa putusnya akses distribusi bahan pangan telah memicu lonjakan harga dan berpotensi menyebabkan inflasi signifikan pada Desember mendatang.
Menurut Gunawan, harga sejumlah komoditas pangan sudah menunjukkan tren kenaikan. Salah satu yang paling mencolok adalah cabai merah yang tembus Rp100 ribu per kilogram di Kabupaten Langkat.
Baca Juga: Kota Medan Banjir Besar, Ini Nomor Call Center Basarnas untuk Evakuasi Warga
"Kondisi ini dinilai baru awal dari potensi gejolak harga dalam beberapa minggu ke depan," ujarnya dalam keterangannya, Minggu 30 November 2025.
Petugas SAR mengevakuasi korban banjir di Medan. [Istimewa]Gunawan Benjamin menjelaskan sedikitnya ada empat faktor utama yang mendorong harga kebutuhan pokok naik:
1. Terganggunya Jalur Distribusi
Baca Juga: Pemerintah Kota Targetkan Medan Tanpa Kabel di Tahun Ini
Sebagian besar pasokan cabai untuk Sumut berasal dari Aceh Tengah (Takengon), Sumatera Barat, hingga Jawa. Putusnya akses antardaerah membuat distribusi terhambat, sehingga Sumut kini harus lebih banyak mengandalkan produksi lokal.
2. Banyak Pedagang Belum Buka Lapak
Belum pulihnya aktivitas perdagangan membuat distribusi barang tidak merata di pasar. Hal ini menyebabkan harga di tingkat konsumen tidak stabil.
3. Curah Hujan Tinggi Mengganggu Produksi
Petani, peternak, hingga nelayan mengalami hambatan akibat cuaca ekstrem. Produksi pangan menjadi tidak optimal sehingga pasokan berkurang.
4. Ancaman Tanah Longsor
Gunawan menekankan bahwa potensi longsor bisa memperparah gangguan distribusi, terutama karena Sumut saat ini bergantung pada pasokan dalam daerah. “Jika longsor kembali terjadi, lonjakan harga signifikan sangat mungkin terjadi,” ujarnya.
Komoditas yang Berisiko Naik di Desember Gunawan menyebut terdapat beberapa komoditas yang perlu diwaspadai pergerakan harganya:
1. Produk Protein Hewani Harga daging ayam yang saat ini di kisaran Rp33–40 ribu/kg, telur ayam Rp1.600–2.000 per butir, serta daging sapi Rp110–140 ribu/kg berpotensi naik. Penyebabnya, pasokan pakan ternak—terutama jagung—juga terancam terdampak banjir. Saat ini harga jagung berada di level Rp7.200–7.500/kg, namun harganya bisa bergerak naik saat perusahaan pakan mulai beroperasi pasca-bencana.
“Nanti akan terlihat bagaimana titik keseimbangan harga jagung setelah bencana hebat sepekan terakhir,” tegas Gunawan.
2. Komoditas Hortikultura Cabai merah yang kini sentuh Rp100 ribu/kg memang berpeluang turun dalam waktu dekat. Namun Gunawan memprediksi harga akan bergerak di rentang Rp50–80 ribu/kg pada pekan pertama Desember.
Kenaikan harga juga berpotensi terjadi pada:
- cabai hijau
- cabai rawit
- bawang merah
- berbagai jenis sayuran segar
Ancaman Inflasi Besar di Desember
Ekonom Sumut Gunawan Benjamin. [Istimewa]Dengan berbagai tekanan tersebut, Gunawan Benjamin memperingatkan adanya ancaman inflasi besar di Sumatera Utara pada Desember 2025.
Ia mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan langkah mitigasi cepat, termasuk memastikan kelancaran distribusi serta menjaga ketersediaan pasokan di pasar.
“Jika tidak diantisipasi, harga kebutuhan pokok bisa melonjak lebih tinggi. Masyarakat akan menjadi pihak yang paling terdampak, terutama di penghujung tahun ketika konsumsi biasanya meningkat,” tutup Gunawan.