Metropolitan

Bencana Banjir Sumatera, Raja Juli Antoni Evaluasi Total Tata Kelola Hutan

30 November 2025 | 18:07 WIB
Bencana Banjir Sumatera, Raja Juli Antoni Evaluasi Total Tata Kelola Hutan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. [Instagram]

Kunjungan juga dilakukan ke PLG Sebanga, di mana ia melihat langsung perlunya perbaikan menyeluruh dalam pengelolaan kawasan guna mencegah kerusakan lebih besar di masa mendatang.

Raja Juli Antoni menegaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan merupakan tahap awal dari proses panjang perbaikan tata kelola hutan di Indonesia.

“Ini baru permulaan. Evaluasi sedang berjalan, kerja besar sedang dimulai, dan negara hadir untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang,” tegasnya.

Hingga 29 November 2025 malam, BNPB melaporkan total 303 korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar), dengan rincian 47 di Aceh, 166 di Sumut, dan 90 di Sumbar.

Bencana banjir yang turut membawa gelondongan kayu. [Istimewa]Bencana banjir yang turut membawa gelondongan kayu. [Istimewa]- Aceh: 47 meninggal dunia, dengan penambahan di Aceh Tengah (16 jiwa), Bener Meriah (12 jiwa), Aceh Tenggara (7 jiwa), serta wilayah lain seperti Pidie Jaya dan Bireuen; data masih dikonsolidasikan.

- Sumatera Utara: 166 meninggal dunia (bertambah 50 dari hari sebelumnya), 143 hilang di delapan kabupaten/kota seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Humbang Hasundutan.

- Sumatera Barat: 90 meninggal dunia (penambahan signifikan di Agam 74 jiwa), 85 hilang, serta 10-17 luka-luka di Padang, Padang Panjang, dan Pasaman Barat.

Selain korban jiwa, 279 orang masih hilang secara keseluruhan, ribuan mengungsi, dan akses ke wilayah seperti Sibolga terputus.

Operasi pencarian oleh Basarnas dan satgas gabungan terus berlangsung, dengan Sumut sebagai provinsi paling parah terdampak.

1 2 Tampilkan Semua
Tag Bencana Sumut Aceh Sumbar Raja Juli Antoni Banjir Menteri kehutanan