Fadli Zon Usung Teori Out of Nusantara, Klaim Asal Manusia dari Indonesia
Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Indonesia, mengajukan sebuah teori bernama "Out of Nusantara" yang menantang teori mapan "Out of Africa" mengenai asal-usul persebaran manusia di dunia.
Ia mengklaim bahwa penyebaran manusia modern dan peradaban purba tidak dimulai dari Afrika, melainkan dari wilayah Nusantara (Indonesia) yang memiliki bukti arkeologis dan paleoantropologis melimpah.
Dalam teorinya, Fadli Zon menunjuk pada temuan Homo erectus di Bengawan Solo, yang disebut sebagai Java Man, sebagai salah satu fondasi ilmu paleoantropologi modern.
Baca Juga: Fadli Zon Tetapkan 17 Oktober Hari Kebudayaan Nasional, Apa Pertimbangannya?
Ia juga menyoroti berbagai penemuan budaya kuno, seperti lukisan gua berumur puluhan ribu tahun, peradaban sekitar 22.000 tahun lalu, serta adaptasi manusia purba terhadap lingkungan hutan hujan lebat.
Ilustrasi manusia purba. [Istimewa]
Fadli menegaskan bahwa manusia purba di Nusantara telah mampu menjelajahi lautan, membentuk peradaban, dan memiliki kemampuan bercerita serta ritual, yang menunjukkan bahwa penyebaran manusia dapat berawal dari Nusantara, bukan hanya dari Afrika.
Baca Juga: Kunjungi Istana Maimun Medan, Fadli Zon: Layak Jadi Cagar Budaya Nasional
Teori ini dipaparkan Fadli Zon dalam konferensi internasional di Universitas Satya Wacana, Salatiga, yang dihadiri ilmuwan dan peneliti dari berbagai negara.
Teori "Out of Nusantara" menjadi gagasan besar yang berupaya memperluas cara pandang dunia terhadap asal-usul manusia dan peradaban.
"Manusia purba Nusantara bisa berekspansi melalui jalur laut, tak hanya berjalan menyusuri benua seperti yang selama ini didiskusikan dalam teori out of Africa," ujarnya.
"Gagasan out of Nusantara menjadi semakin kuat dengan adanya bukti-bukti ini, bahwa persebaran manusia purba tidak hanya bersifat satu arah dari Afrika, melainkan dapat bermula justru dari wilayah Nusantara, atau out of Nusantara,“ sambungnya.
Fadli Zon sebut teori persebaran manusia dari Nusantara. [Istimewa]
Tanggapan dari arkeolog terhadap teori Fadli Zon tentang persebaran manusia dari Nusantara secara umum sangat menentang dan meragukan klaim tersebut.
Profesor Harry Truman Simanjuntak dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional secara tegas membantah teori "Out of Nusantara" yang diajukan Fadli Zon.
Ia menyatakan bahwa bukti fosil Homo erectus dan bukti evolusi manusia lainnya mendukung teori "Out of Africa" dan menegaskan bahwa manusia berasal dari Afrika sebelum menyebar ke seluruh dunia.
Profesor Simanjuntak menyoroti bahwa fosil Homo erectus tertua yang ditemukan di Indonesia lebih muda daripada fosil di Afrika dan mengatakan tidak ada bukti yang mendukung teori bahwa manusia berasal dari Nusantara.