Trump Sebut Reporter ‘Orang Bodoh’ Saat Perayaan Thanksgiving
Presiden Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah menyebut seorang reporter sebagai “orang bodoh” dalam percakapan dengan media di Mar-a-Lago pada perayaan Thanksgiving.
Insiden itu terjadi sesaat setelah Trump melakukan panggilan telepon dengan anggota militer.
Baca Juga: Operasi Midnight Hammer AS, dari Tipu Daya Donald Trump hingga Pemboman 3 Fasilitas Nuklir Iran
Pertanyaan yang memicu kemarahan Trump berkaitan dengan penembakan terhadap dua anggota Garda Nasional di dekat Gedung Putih pada 26 November.
Tersangka penembakan tersebut adalah warga negara Afghanistan yang tiba di Amerika Serikat pada 2021.
Pemerintah AS kini berencana meninjau kembali sejumlah kasus suaka yang disetujui selama pemerintahan Joe Biden.
Baca Juga: Pejabat Teras Zionis di AS, Donald Trump Sebut Israel Setuju Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza
Dalam sesi tanya jawab, Nancy Cordes dari CBS News menanyakan alasan Trump menyalahkan pemerintahan Biden, mengingat laporan Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman menyebutkan bahwa warga Afghanistan yang masuk ke AS telah melalui pemeriksaan ketat.
Trump langsung bereaksi keras.
Donald Trump marah kepada reporter di hari Thanksgiving. [Instagram]
“Karena mereka membiarkannya masuk. Apa kamu bodoh? Apa kamu orang bodoh?” kata Trump.
Ia menegaskan bahwa tersangka datang bersama ribuan orang lain yang menurutnya tidak seharusnya berada di AS.
Perdebatan ini menyusul kejadian sebelumnya di mana Trump memanggil seorang wartawan “si babi pendiam” di Air Force One pada 14 November ketika ditanya mengenai berkas Jeffrey Epstein. Pola hubungan panas antara Trump dan para jurnalis kembali memicu kontroversi.
Profil Tersangka Penembakan
Tersangka, Rahmanullah Lakanwal (29), diketahui pernah bekerja sama dengan militer AS dan pasukan yang didukung CIA di Afghanistan.
Ia masuk ke Amerika melalui program Operation Allies Welcome, sebuah skema evakuasi bagi warga Afghanistan yang membantu pasukan AS.
Salah satu korban, Spesialis Angkatan Darat AS Sarah Beckstrom (20), meninggal pada 27 November. Korban lain, Sersan Staf Angkatan Udara Andrew Wolfe (24), masih dalam kondisi kritis.
Lakanwal sendiri ditembak tak lama setelah kejadian dan kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.
FBI telah membuka penyelidikan dengan mengklasifikasikan insiden ini sebagai “aksi terorisme.”
Usai peristiwa ini, pemerintahan Trump menangguhkan sejumlah permintaan imigrasi terkait warga Afghanistan. Pemerintah juga menyatakan akan memeriksa ulang pemegang kartu hijau dari 19 negara yang dianggap berisiko tinggi.