Game Over! Bos Judi Online Omzet Rp365 Miliar Diciduk Polda Jabar

FT News – Perang terhadap judi online terus dikobarkan pihak pemerintah dan kepolisian. Terbaru, Polda Jabar berhasil membongkar praktik judi online jaringan internasional.

Tak main-main, bandar judi online jaringan internasional itu memiliki omzet Rp365 miliar. Uang sebanyak itu disimpan di lima rekening berbeda.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast, kelima rekening itu dimilik warga asal Ciamis, TCA, si bandar judi online.

“Penangkapan tersangka di sebuah hotel di Tasikmalaya Kota dan selanjutnya dibawa ke Polres Ciamis tanggal 26 Juni,” kata Jules.

Dijelaskan oleh Jules, pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan patroli siber menemukan adanya nomor rekening yang digunakan sebagai tempat menampung uang hasil judi online.

Sekeluarga jadi tersangka bisnis judi online saat ditampilkan di Polda Metro Jaya, pada Kamis (6/6/2024) (Foto: FTNews / Adinda Ratna Safira)

“Sudah dilakukan juga pemeriksaan terhadap kurang lebih 11 saksi, termasuk ahli. Barang buktinya ada lima buah handphone, 216 buah buku tabungan kemudian satu buah koper berwarna biru, dan sembilan situs terindikasi judi online,” jelasnya.

Lebih lanjut, Polda Jabar akan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana di rekening judi daring.

Ditangkap saat akan pergi ke Kamboja

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP Akmal mengatakan tersangka TCA diamankan saat hendak pergi ke Kamboja untuk menemui istri dan adik iparnya. Keduanya merupakan admin judi daring.

“Keduanya di Kamboja sudah ditetapkan DPO (daftar pencarian orang),” kata Akmal.

Akmal menjelaskan lima rekening yang diamankan terdiri dari tiga rekening milik tersangka dan dua rekening milik istrinya. Akmal menyebut buku tabungan rekening, ATM hingga M-Banking langsung dibawa TCA untuk dibawa ke Kamboja.

Adapun tersangka dan dua DPO lainnya sudah menjalankan aksi judi online selama tiga tahun.

BACA JUGA:   Dianggap jadi Penyebab Kecelakaan, Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Dihentikan

“Peran tersangka membuat rekening, dia bertanggung jawab. Ini lima rekening deposit,” kata dia.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 45 ayat 3, jo Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2024 tentang ITE dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan dan denda paling banyak Rp10 miliar. [Antara]

Artikel Terkait