Ikuti Jejak ChatGPT, Microsoft Copilot Resmi Angkat Kaki dari WhatsApp
Microsoft mengonfirmasi bahwa profil resmi Copilot di WhatsApp akan ditutup pada 15 Januari 2026.
Langkah ini mengikuti kebijakan baru Meta yang membatasi penggunaan model AI pihak ketiga di platform WhatsApp.
Sebelumnya, perubahan kebijakan ini juga berdampak pada profil ChatGPT dari OpenAI.
Baca Juga: Fenomena Joseph Reth, CEO Muda di Balik Aristotle yang Mengubah Peta AI Dunia
Penutupan ini hanya menghapus titik akses Copilot melalui WhatsApp. Layanan Copilot tidak dihentikan, tetapi pengguna harus beralih ke platform lain.
Copilot Masih Bisa Diakses di Platform Lain
WhatsApp akan hapus Microsoft Copilot pada 25 Januari 2026. [pexels]
Baca Juga: CEO Satya Nadella Khawatir AI Bikin Microsoft Jadi Ketinggalan Zaman
Setelah Copilot dihapus dari WhatsApp, pengguna tetap dapat mengaksesnya melalui:
- Situs web resmi Microsoft Copilot
- Aplikasi Copilot untuk Android dan iOS
- Copilot bawaan Windows
- Integrasi Copilot di aplikasi Microsoft 365
Namun ada satu batasan penting:
- Riwayat percakapan di WhatsApp tidak akan tersinkronisasi ke platform Copilot lainnya.
- Semua data dan obrolan Copilot di WhatsApp akan tetap berada di aplikasi itu saja dan tidak dapat dipindahkan secara otomatis.
- Cara Menyimpan Riwayat Chat Copilot Sebelum Dihapus
Pengguna yang ingin menyimpan riwayat obrolan wajib mengekspor chat sebelum 15 Januari 2026:
- Buka obrolan Copilot di WhatsApp
- Ketuk ikon tiga titik
- Pilih Lainnya → Ekspor chat
- Simpan file ekspor ke penyimpanan perangkat
- Setelah tanggal tersebut, obrolan Copilot di WhatsApp tidak dapat diakses lagi.
Alasan WhatsApp Menghapus Chatbot AI Eksternal
Meta menerapkan aturan baru pada WhatsApp Business API yang berlaku mulai Januari 2026. Aturan tersebut memengaruhi semua layanan AI umum yang menggunakan model LLM berskala besar. Berikut alasan utamanya:
1. Risiko Beban Berlebih pada API
Meta menilai bahwa penyedia AI berskala besar seperti Microsoft dan OpenAI dapat menimbulkan beban tinggi pada Business API, yang awalnya tidak dirancang untuk chatbot AI publik berskala jutaan pengguna.
2. Pembatasan WhatsApp sebagai Platform Distribusi LLM
Kebijakan baru melarang perusahaan menawarkan chatbot AI umum secara langsung melalui WhatsApp, seperti yang dilakukan Copilot dan ChatGPT.
3. Chatbot Layanan Pelanggan Masih Diizinkan
Perusahaan tetap boleh menggunakan AI untuk dukungan pelanggan atau kebutuhan bisnis internal karena masih sesuai dengan batasan WhatsApp Business API.
4. Pertimbangan Strategis Meta
Walau Meta menyebut alasan teknis, langkah ini juga dianggap memperkuat posisi Meta AI, asisten buatan mereka sendiri. Dengan menyingkirkan LLM kompetitor, pengguna diprediksi akan beralih ke AI bawaan WhatsApp.
Apakah Copilot Akan Kembali ke WhatsApp?
Hingga kini, belum ada indikasi bahwa Copilot bisa kembali ke WhatsApp. Hal tersebut hanya mungkin terjadi jika Meta membuka jalur resmi baru bagi asisten AI umum pihak ketiga — sebuah langkah yang tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.