Momen Sakral Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman Disahkan Jadi Warga Kehormatan PSHT
Daerah

Perguruan Silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) kembali mencatat sejarah penting dengan mengesahkan salah satu tokoh nasional sebagai warga kehormatan.
Pada Kamis malam, 3 Juli 2025, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, resmi dikukuhkan sebagai warga PSHT dalam prosesi sakral di Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak Nomor 10, Madiun, Jawa Timur.
Tak hanya Dudung, empat tokoh lainnya juga dilantik pada malam yang sama. Dua di antaranya merupakan generasi muda dari organisasi Gempita Milenial, yakni Alfonso Ferry Pahotan selaku Ketua Umum dan Roso Daras sebagai Sekretaris.
Baca Juga: Akun Unboxing Japan Ungkap Pekerja Indonesia Palsukan Dokumen di Jepang, Sebut Bakal Bongkar Semuanya
Pengukuhan lima tokoh lintas generasi ini menjadi bukti bahwa PSHT terbuka bagi siapa saja yang ingin menghayati nilai-nilai persaudaraan, tanpa memandang usia atau latar belakang profesi.
Prosesi Sakral di Tengah Keheningan Malam
Baca Juga: Viral Akun Unboxing Japan Ditantang Pesilat Indonesia di Jepang, Langsung Sherlock Alamat Lengkap
Pada Kamis (3/7/2025) malam, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, resmi dikukuhkan sebagai warga PSHT. Ada empat tokoh lainnya juga dilantik, dua di antaranya dari organisasi Gempita Milenial, yakni Alfonso Ferry Pahotan selaku Ketua Umum dan Roso Daras sebagai Sekretaris di Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak Nomor 10, Madiun, Jawa Timur. (Muchammad Yani / FTNews.co.id)
Pelantikan dilakukan dalam suasana yang penuh khidmat. Sekitar pukul 20.00 WIB, para calon warga kehormatan berkumpul di pendopo utama.
Di hadapan mereka disiapkan simbol-simbol adat berupa umbul jambe, yang terdiri dari delapan jenis buceng dengan makna filosofis mendalam: buceng golong, buceng kuat, buceng tolak, buceng slamet, buceng punar, buceng robyong, buceng dinar, dan buceng megono.
Demi menjaga kesakralan dan menghindari salah tafsir, pihak penyelenggara melarang pengambilan dokumentasi visual atas elemen budaya tersebut.
Setelah sambutan dari Ketua Umum PSHT Pusat, Drs. R. Moerdjoko H.W., seluruh lampu di pendopo dimatikan. Dalam suasana sunyi, para calon warga diminta mengucapkan ikrar kesetiaan terhadap ajaran dan nilai-nilai luhur PSHT—sebuah momen sakral yang menjadi awal pengukuhan mereka sebagai saudara sejiwa dalam perguruan.
Puncak Ritual di Tengah Malam
Pada Kamis (3/7/2025) malam, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, resmi dikukuhkan sebagai warga PSHT. Ada empat tokoh lainnya juga dilantik, dua di antaranya dari organisasi Gempita Milenial, yakni Alfonso Ferry Pahotan selaku Ketua Umum dan Roso Daras sebagai Sekretaris di Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak Nomor 10, Madiun, Jawa Timur. (Muchammad Yani / FTNews.co.id)
Usai pembacaan ikrar, prosesi berlanjut pada tengah malam dalam ruangan tertutup. Seluruh rangkaian ini kembali dilakukan tanpa dokumentasi karena mengandung nilai-nilai spiritual yang mendalam. Prosesi ini berlangsung sekitar satu jam dan menjadi puncak dari seluruh ritual pengesahan.
Informasi internal menyebutkan, para calon warga menjalani sejumlah tahapan, termasuk mengusap air ke seluruh tubuh sebagai simbol pembersihan lahir dan batin. Mereka juga menyampaikan janji pribadi untuk menjaga kehormatan, persaudaraan, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai PSHT. Prosesi ditutup dengan meneteskan air ke mata sebagai lambang keteguhan hati dan pembasuhan jiwa.
Simbol Kepercayaan dan Nilai Luhur
Pada Kamis (3/7/2025) malam, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, resmi dikukuhkan sebagai warga PSHT. Ada empat tokoh lainnya juga dilantik, dua di antaranya dari organisasi Gempita Milenial, yakni Alfonso Ferry Pahotan selaku Ketua Umum dan Roso Daras sebagai Sekretaris di Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak Nomor 10, Madiun, Jawa Timur. (Muchammad Yani / FTNews.co.id)
Kehadiran Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman disambut hangat oleh jajaran pengurus PSHT dan seluruh warga yang hadir. Pengukuhan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai PSHT semakin dipercaya dan diterima oleh berbagai kalangan, termasuk para tokoh nasional.
Prosesi pengesahan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan perwujudan dari spiritualitas, budaya, dan moral yang telah menjadi fondasi PSHT sejak pertama kali berdiri. Di tengah arus modernisasi, PSHT tetap kokoh menjaga warisan leluhur—menjadikannya salah satu perguruan pencak silat terbesar dan paling berakar kuat di Indonesia.
(Muchammad Yani)