Internasional

Trump Mendadak Umumkan Ruang Udara Venezuela Ditutup, Caracas Ngamuk!

30 November 2025 | 09:08 WIB
Trump Mendadak Umumkan Ruang Udara Venezuela Ditutup, Caracas Ngamuk!
Presiden Donald Trump mengumumkan penutupan ruang udara Venezuela. [Foto X]

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan meminta seluruh maskapai untuk menganggap wilayah udara Venezuela “sepenuhnya ditutup.”

rb-1

Ia menyampaikannya hal ini melalui unggahan di jejaring sosial Truth. “Harap anggap RUANG UDARA DI ATAS DAN SEKITAR VENEZUELA SEPENUHNYA DITUTUP,” tulis Trump.

Dalam peringatannya, Trump tidak hanya mengarahkan pesan kepada maskapai dan pilot, tetapi juga kepada “Pengedar Narkoba, dan Pelaku Perdagangan Manusia.”

Baca Juga: Trump Tak Izinkan Israel Anaksesi Tepi Barat, Sebut Langkah Perdamaian Semakin Dekat

rb-3

Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan Karibia. Washington sebelumnya telah memperingatkan adanya eskalasi situasi keamanan di sekitar Venezuela.

Pernyataan Trump ini dikeluarkan beberapa hari setelah regulator penerbangan AS meminta maskapai meningkatkan kewaspadaan saat melintas di wilayah sekitar Venezuela.

Baca Juga: Mimpi Buruk Masyarakat AS: 1.500 Penerbangan Dibatalkan Dampak Government Shutdown

Beberapa maskapai besar juga didorong untuk menangguhkan penerbangan ke Caracas, Venezuela. Kondisi ini menambah ketidakpastian operasional bagi industri penerbangan internasional.

Caracas menanggapi pernyataan Trump dengan kecaman keras. Venezuela menyebut pesan tersebut sebagai “ancaman kolonialis” yang berlebihan dan tidak berdasar. Pemerintah Venezuela menilai AS kembali mencoba memberi tekanan terhadap Presiden Nicolás Maduro.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro murka dengan pernyataan Trump. (Instagram/@Nicolasmaduro)Presiden Venezuela Nicolas Maduro murka dengan pernyataan Trump. (Instagram/@Nicolasmaduro)

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyebut komentar Trump sebagai “agresi baru yang berlebihan, ilegal, dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela.”

Mereka juga memperingatkan bahwa gangguan ruang udara dapat menghambat penerbangan repatriasi migran Venezuela dari AS. Situasi ini dinilai dapat memperburuk kondisi kemanusiaan yang tengah terjadi.

Secara hukum, Amerika Serikat tidak memiliki kewenangan untuk menutup wilayah udara negara lain. Namun unggahan Trump dinilai mampu menyebabkan ketakutan dan membuat maskapai enggan beroperasi menuju Venezuela. Efeknya mulai terlihat ketika situs FlightRadar24 menunjukkan hanya sedikit pesawat yang melintas di atas negara itu.

Sementara itu, pemerintah Venezuela sebelumnya melarang enam maskapai internasional, yakni Iberia, TAP Portugal, Gol, Latam, Avianca, dan Turkish Airlines untuk mendarat.

Venezuela menganggap pernyataan Trump sebagai bentuk upaya kolonialisasi. [Whitehouse]Venezuela menganggap pernyataan Trump sebagai bentuk upaya kolonialisasi. [Whitehouse]

Larangan tersebut dikeluarkan karena maskapai dinilai tidak memenuhi tenggat 48 jam untuk kembali membuka layanan penerbangan. Kebijakan ini semakin menurunkan aktivitas penerbangan ke dan dari Venezuela.

Di sisi lain, AS terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan Karibia. Washington mengerahkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald Ford, beserta sekitar 15.000 personel militer ke wilayah yang berada dalam jarak tembak Venezuela.

Namun Presiden Nicolás Maduro menilai klaim tersebut hanya dalih politik. Ia meyakini tindakan AS merupakan upaya untuk menggulingkannya dari kekuasaan.

Tag Amerika Serikat Donald Trump Nicolas Maduro Venezuela