Internasional

Finlandia Tangkap Kapal dari Rusia Menuju Israel atas Dugaan Sabotase Kabel Bawah Laut

01 Januari 2026 | 08:19 WIB
Finlandia Tangkap Kapal dari Rusia Menuju Israel atas Dugaan Sabotase Kabel Bawah Laut
Ilustrasi penangkapan kapal dari Rusia. [copilot]

Otoritas Finlandia menyita sebuah kapal kargo yang berlayar dari Rusia setelah diduga terlibat dalam perusakan kabel telekomunikasi bawah laut di Laut Baltik. Insiden ini langsung meningkatkan kewaspadaan keamanan di kawasan Eropa Utara.

rb-1

Kapal bernama Fitburg tersebut ditangkap pada akhir Desember 2025 dan kini ditahan di pelabuhan Kirkkonummi, Finlandia. Polisi setempat menyelidiki kasus ini sebagai dugaan sabotase berat terhadap infrastruktur vital.

Berawal Gangguan Konektivitas Mendadak

Baca Juga: Gunung Berapi di Rusia Meletus Setelah 500 tahun Tertidur akibat Gempa Besar, Apa Ancamannya?

rb-3

Dikutip Reuters, kabel telekomunikasi yang menghubungkan Helsinki, Finlandia, dengan Estonia dilaporkan mengalami kerusakan mendadak. Gangguan tersebut berdampak pada konektivitas lintas negara di kawasan Teluk Finlandia.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kapal Fitburg sempat menyeret jangkar di dasar laut sebelum kerusakan terdeteksi. Kapal itu kemudian diarahkan ke perairan teritorial Finlandia oleh Penjaga Perbatasan.

Baca Juga: Bos Teknologi Rusia Ungkap Bagaimana Tertinggal Negaranya Soal AI dari AS-China

Menurut otoritas Finlandia, Fitburg berlayar dari pelabuhan St. Petersburg, Rusia, dengan tujuan akhir Israel. Kapal tersebut tercatat menggunakan bendera St. Vincent dan Grenadines.

Sebanyak 14 awak kapal yang berasal dari Rusia, Georgia, Kazakhstan, dan Azerbaijan telah ditahan untuk kepentingan penyelidikan. Polisi Finlandia menyatakan seluruh awak kooperatif selama pemeriksaan awal.

Data pelayaran menunjukkan kapal itu dimiliki oleh Fitburg Shipping Company Ltd dan dikelola oleh Albros Shipping and Trading Ltd. Hingga kini, kedua perusahaan tersebut belum memberikan pernyataan resmi.

Selain kabel milik perusahaan Finlandia Elisa, satu kabel lain yang menghubungkan Estonia dan Finlandia juga dilaporkan terganggu. Kabel tersebut dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi Swedia, Arelion.

Konflik Rusia-Ukraina

Ilustrasi penangkapan kapal dari Rusia. [ftnews-copilot]Ilustrasi penangkapan kapal dari Rusia. [ftnews-copilot]Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022. Negara-negara Eropa menilai ancaman terhadap infrastruktur sebagai bagian dari strategi perang hibrida.

NATO menyebut sabotase kabel dan pipa bawah laut sebagai risiko serius bagi stabilitas kawasan Baltik. Aliansi tersebut telah meningkatkan patroli laut, udara, dan penggunaan drone di wilayah tersebut.

Presiden Estonia, Alar Karis, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini dan berharap kerusakan tidak disengaja. Namun, ia menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh tetap diperlukan.

Komisi Eropa juga memantau perkembangan kasus ini dengan ketat sebagai bagian dari perlindungan infrastruktur kritis Uni Eropa. Insiden Fitburg kembali menegaskan rapuhnya keamanan bawah laut di tengah konflik geopolitik yang berkelanjutan.

Tag rusia finlandia