Reaksi Tamara Tyasmara Usai Yudha Arfandi Divonis 20 Tahun Penjara
Lifestyle
.jpeg)
Tamara Tyasmara mengungkapkan bahwa dirinya sudah ikhlas dan sabar atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur terhadap Yudha Arfandi dengan vonis 20 tahun penjara.
Hakim menilai, Yudha Arfandi terbukti telah membunuh Raden Andante Khalif Pramudityo alias Dante.
Tamara menilai, apapun keputusan Majelis Hakim tak akan mengembalikan Dante yang sudah meninggal dunia.
Baca Juga: Pekan ini, Polisi Bakal Gelar Rekonstruksi Kematian Anak Tamara Tyasmara di Kolam Renang
Dante meninggal dunia pada 27 Januari 2024 di Kolam Renang Palem Tirta Mas, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saat itu, Yudha Arfandi menemani Dante saat berenang.
Dalam rekaman CCTV yang tersebar luas di media sosial memperlihatkan Yudha beberapa kali menekan kepala Dante ke dalam air. Tak lama, Dante terkapar hingga harus diangkat ke pinggir kolam untuk diberi bantuan darurat.
"Sebenarnya dengan hukuman apapun itu semua nggak bisa kembalikan nyawanya Dante sebenarnya dengan hukuman 20 tahun, gimana ya, sebenarnya dengan 20 tahun itu tidak sebanding sama yang aku rasakan," kata Tamara Tyasmara usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (4/11/2024).
Baca Juga: Tamara Tyasmara Didatangi Mendiang Dante Lewat Mimpi: Cuma Diam, Nggak Ngomong
Tamara juga dimintai pendapatnya soal Yudha Arfandi, mantan kekasihnya, langsung mengajukan banding usai divonis 20 tahun penjara,
Tamara mengaku tak mempermasalahkan keputusan Yudha. Dia percaya Majelis Hakim bisa menangani kasus kematian Dante dengan adil.
"Aku kehilangan anak aku ternyata hakim tuntutnya 20 tahun, tapi kan ini belum selesai ya masih ada banding aku masih percaya kalau majelis hakim adalah wakil Tuhan di dunia, aku percaya itu," tegas artis 29 tahun.
Dengan vonis Yudha Arfandi penjara selama 20 tahun, Tamara mengaku bahwa dirinya berusaha berpikir positif.
Baginya, putusan Majelis Hakim sudah yang terbaik untuk keadilan putranya. Meskipun, beberapa kerabat Tamara yang ikut hadir di sidang tak puas karena mereka ingin Yudha Arfandi dihukum seumur hidup.
"Aku masih positif thinking karena apapun itu putusannya pasti yang terbaik, pasti itu yang adil. mohon doanya," pungkasnya.
Sebagai informasi, Dante meninggal dunia pada 27 Januari 2024 di Kolam Renang Palem Tirta Mas, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Dante meninggal dunia setelah dibenamkan beberapa kali oleh Yudha Arfandi. Dalam catatatan dakwaan, tertulis Yudha membenamkan Dante sebanyak 12 kali.
Yudha Arfandi pun dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.
Bunyi Pasal 340 KUHP: Barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.